Polisi: Mikrobus WN Singapura yang Kecelakaan di Jalur Bromo Diduga Rem Blong
·waktu baca 2 menit

Polisi mengungkapkan mikrobus berisi rombongan WN Singapura yang mengalami kecelakaan beruntun di Jalan Raya Bromo, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, diduga mengalami rem blong.
"Dugaan awal demikian (rem blong)," Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo, Ipda Aditya Wikrama, kepada kumparan, Minggu (10/5).
Namun demikian, Aditya menyebut, dugaan awal ini masih perlu dilakukan pendalaman lebih lanjut untuk memastikannya.
"Mohon maaf kami masih penyelidikan ya, jadi masih belum berani menyimpulkan lebih dalam," ujar dia.
Saat ini, pemeriksaan terhadap para saksi juga belum bisa dilakukan. Sebab, menurutnya, para korban masih menjalani perawatan.
"Masih perawatan semua, mohon waktu ya, kami masih proses penyelidikan," ucapnya.
Kecelakaan terjadi pada Sabtu (9/5). Insiden berawal saat mikrobus Toyota Hi Ace bernomor polisi BE-7013-AQ, yang dikemudikan oleh Angga Eka Pargola Pati (39), tengah membawa rombongan WN Singapura.
Di lokasi, saat melewati jalan turunan, mobil itu diduga hilang kendali.
"Sesampainya di TKP, dengan kondisi jalan menurun, diduga laju kendaraan hilang kendali, bergerak ke kanan masuk ke jalur berlawanan, lalu menabrak kendaraan minibus Toyota Rush No. Pol. L-1695-WD yang dikemudikan Sdr. Mohammad Mahfud," kata Aditya, Sabtu (9/5).
Akibatnya, kecelakaan beruntun pun terjadi. Minibus Toyota Rush itu kemudian menabrak kendaraan SUV Renault-Nissan Koleos bernomor polisi D-1785-NH yang dikemudikan Putra Adi dengan 2 penumpang, lalu menabrak kendaraan mikrobus Toyota Hi Ace bernomor polisi DK-7049-FK yang dikemudikan Eko Wahyudianto yang berjalan dari arah utara ke selatan.
Akibat dari kejadian tersebut, 3 korban luka ringan penumpang mobil Renault dirawat di RSUD Ar Rozy. Kemudian ada juga 6 korban luka ringan penumpang Hi Ace dirawat di Puskesmas Sukapura.
