Polisi Myanmar Tembak Mati 7 Demonstran Buddha Rakhine

Kepolisian Myanmar melepaskan tembakan ke arah kerumunan massa Buddha Rakhine yang berunjuk rasa. Aparat keamanan menyatakan Kelompok tersebut mencoba menduduki gedung pemerintahan setempat.
Insiden itu menyebabkan tujuh orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.
Kejadian bermula saat ribuan umat Buddha Rakhine berkumpul di wihara kuno di Mrauk U. Tiba-tiba suasana berubah panas, bentrok dengan kepolisian tak bisa terelakkan lagi.
Hingga saat ini, belum bisa diketahui mengapa unjuk rasa tersebut seketika berubah jadi bentrok dan berujung tindak kekerasan.
Juru bicara Kepolisian Daerah Rakhine Myo So membantah pemicu kekerasan adalah pihaknya. Mereka menyatakan, yang memulai terlebih dulu adalah pengunjuk rasa.
"Mereka memulai aksi kekerasan, setelah memaksa masuk ke kantor pemerintah daerah dan mengibarkan bendera Rakhine," sebut Myo pernyataan kepolisian seperti dikutip dari AFP, Rabu (17/1).
Dia mengatakan, polisi telah menjalankan tugasnya sesuai prosedur, yaitu menembakan peluru karet untuk membubarkan pengunjuk rasa.
"Tetapi, mereka tidak berhenti, jadi akhirnya Polisi memilih menembak menggunakan peluru tajam," tutur Myo.
Tempat demo berlangsung Mrauk U hanya berjarak beberapa kilometer dari pusat krisis kemanusiaan Rohingya di Rakhine.
Unjuk rasa sendiri berlangsung di hari yang sama saat Bangladesh sepakat mengembalikan pengungsi ke Myanmar dalam waktu dua tahun.
