Polisi Olah TKP Ledakan Ruko San Antonio Pakuwon Surabaya, Sita Tabung Gas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana olah TKP usai ledakan keras di kompleks ruko San Antonio, Pakuwon City, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, Selasa (6/10/2026). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana olah TKP usai ledakan keras di kompleks ruko San Antonio, Pakuwon City, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, Selasa (6/10/2026). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) ledakan keras di kompleks ruko San Antonio, Pakuwon City, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, Selasa (6/10).

Kepala Seksi Identifikasi Ditreskrimum Polda Jatim, Kompol Sukris Tri Hartanto, mengatakan petugas telah mengumpulkan sejumlah barang yang diduga menjadi penyebab insiden tersebut.

"Dari hasil olah TKP ini, kami juga sudah menemukan beberapa barang bukti yang diduga ada kaitannya dengan ledakan ini," kata Sukris saat ditemui di lokasi, Selasa (6/10).

Ia menyampaikan, barang bukti yang diamankan dari lokasi kejadian yakni satu buah tabung gas elpiji berukuran 50 kilogram beserta selang instalasinya. Selain itu, polisi juga mengamankan kompor gas satu tungku dan sebuah kipas angin.

"Barang bukti sementara yang ditemukan adalah tabung gas elpiji volume 50 kilogram, kemudian ada beberapa kompor gas satu tungku dan beberapa yang lain. Ada kipas angin, kemudian kompor satu tungku ya, itu saja," ucapnya.

Personel Gegana Satbrimob Polda Jawa Timur menyisir lokasi ledakan di San Antonio Shopping Street, Pakuwon City, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (6/10/2026). Foto: Didik Suhartono/ANTARA FOTO

Seluruh barang bukti itu, kata dia, diambil dari area dapur yang berada di bagian belakang ruko rumah makan nasi tempong. Polisi belum bisa memastikan pemicu ledakan tersebut berasal dari apit kompor saat aktivitas memasak atau sumber lainnya.

"Untuk saat ini masih dalam proses analisa oleh tim Bidlabfor Polda Jatim," ujarnya.

"Karena itu perlu waktu, nanti dianalisa dulu oleh tim dari Bidlabfor Polda Jatim dan nanti akan disampaikan lebih lanjut perkembangannya oleh tim penyidik," tambah dia.

Sebelumnya, ledakan keras itu terjadi sekitar pukul 07.00 WIB pagi di salah satu rumah makan nasi tempong di kompleks ruko tersebut.

Ledakan itu diduga berasal kebocoran pipa dari tiga tabung gas elpiji berukuran 50 kilogram di resto tersebut.

Sebanyak 5 orang mengalami luka-luka akibat ledakan tersebut. Saat ini, mereka menjalani penanganan medis di Rumah Sakit (RS) Haji Sukolilo, Surabaya.