Polisi Pakai Gas Air Mata-Lantunan Selawat Bubarkan Massa di Depan DPRD Jabar

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana Jalan Diponegoro, Kota Bandung, setelah polisi pukul mundur massa aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Senin (1/9/2025). Foto: Linda Lestari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Jalan Diponegoro, Kota Bandung, setelah polisi pukul mundur massa aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Senin (1/9/2025). Foto: Linda Lestari/kumparan

Massa aksi unjuk rasa depan Gedung DPRD Jawa Barat dibubarkan polisi dengan water cannon, tembakan gas air mata, hingga lantunan selawat Nabi.

Aksi unjuk rasa dimulai sejak pukul 14.00 WIB. Sebagian massa aksi membubarkan diri sejak pukul 17.00 WIB.

Situasi terkini demo di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Senin (1/9/2025). Foto: Linda Lestari/kumparan

Polisi mencoba membubarkan sisanya dengan melantunkan selawat melalui pengeras suara.

"Jam 18.00 WIB, adik-adik harus udah pulang. Jangan melakukan anarkisme, kami bubarkan," kata polisi melalui pengeras suara di sela-sela lantunan selawat, Senin (1/9).

Suasana Jalan Diponegoro, Kota Bandung, setelah polisi pukul mundur massa aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Senin (1/9/2025). Foto: Linda Lestari/kumparan

Sekitar pukul 18.09 WIB, polisi mulai memukul mundur massa dengan water cannon. Pukul 18.25 WIB polisi menembakkan gas air mata sehingga massa berhamburan. Polisi juga melakukan pengejaran terhadap massa aksi.

Pukul 19.00 WIB, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, yang tadinya dipenuhi massa demo, sudah kembali normal. Lalu lintas juga kembali normal.

***

PESAN REDAKSI:

Demonstrasi merupakan hak warga negara dalam berdemokrasi. Untuk kepentingan bersama, sebaiknya demonstrasi dilakukan secara damai tanpa aksi penjarahan dan perusakan fasilitas publik.