Polisi Pastikan Pemuda di Sleman Tewas di Selokan karena Kecelakaan Bukan Klitih
·waktu baca 1 menit

Viral di media sosial unggahan yang bernarasikan seseorang dikejar klitih atau kejahatan jalanan hingga menabrak pohon dan jatuh ke Selokan Mataram, Mlati, Kabupaten Sleman. Korban pun meninggal dunia.
Terkait peristiwa ini, Kapolresta Sleman Kombes Pol Yuswanto Ardi mengatakan yang terjadi adalah kecelakaan tunggal.
"Kecelakaan biasa karena dia melawan arus. Ada kendaraan berpapasan," kata Ardi ditemui Royal Ambarrukmo, Sleman, Rabu (21/8).
"Bukan (klitih). Kecelakaan tunggal," bebernya.
Lanjutnya, saat ini jenazah masih dicek oleh kapolsek, menurut Ardi.
Kapolsek Mlati, Kompol Irwiantoro, mengatakan pihaknya tengah melakukan penyelidikan kasus ini.
Hasil penyelidikan sementara, diduga sebelumnya terjadi saling ejek dengan kelompok lain dan terjadi kejar-kejaran.
"Masih kita lakukan penyelidikan dan pendalaman bahwa kejadiannya diduga dikarenakan adanya kesalahpahaman antara dua kelompok remaja di jalan dan saling ejek," kata Irwiantoro dikonfirmasi wartawan.
"Terus terjadi kejar-kejaran dan yang dikejar berjalan secara melawan arah atau arus dan menabrak pohon. Korban berboncengan 4 orang satu kendaraan di lokasi kejadian," ujarnya.
Irwiantoro membantah bahwa peristiwa kecelakaan itu dipicu klitih. "Iya tidak benar," jelasnya.
