Polisi: Pelaku Teror di Mal Sydney Kemungkinan Hanya Serang Wanita

15 April 2024 13:49 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pekerja layanan darurat terlihat di dekat Bondi Junction setelah beberapa orang ditikam di dalam pusat perbelanjaan Westfield Bondi Junction di Sydney, Australia, Sabtu (13/4/2024). Foto: AAP Image/Steven Saphore via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja layanan darurat terlihat di dekat Bondi Junction setelah beberapa orang ditikam di dalam pusat perbelanjaan Westfield Bondi Junction di Sydney, Australia, Sabtu (13/4/2024). Foto: AAP Image/Steven Saphore via REUTERS
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Polisi Australia mengatakan penyerang yang menusuk enam orang secara fatal di pusat perbelanjaan di Sydney kemungkinan menargetkan wanita. Dalam serangan di Mal Westfield Bondi Junction pada Sabtu (13/4) lalu, 5 dari 6 orang tewas dan mayoritas dari 12 orang yang terluka adalah wanita.
ADVERTISEMENT
"Bagi saya sudah jelas, sudah jelas bagi para detektif bahwa pelaku fokus pada perempuan dan menghindari laki-laki," kata Komisaris Polisi Negara Bagian New South Wales Karen Webb, kepada Australian Broadcasting Corp dikutip dari AFP, Senin (15/4).
"Video-video itu telah menunjukkan semuanya, bukan? Itu tentu saja menjadi pertanyaan bagi kami," lanjutnya.
Para saksi menggambarkan pelaku, Joel Cauchi (40), mengenakan celana pendek dan seragam liga rugbi nasional Australia, berlari melintasi mal dengan membawa pisau. Dia pun tewas ditembak Inspektur Amy Scott, yang menghadapinya sendirian saat pelaku mengamuk.
Pekerja layanan darurat terlihat di dekat Bondi Junction setelah beberapa orang ditikam di dalam pusat perbelanjaan Westfield Bondi Junction di Sydney, Australia, Sabtu (13/4/2024). Foto: AAP Image/Steven Saphore via REUTERS
Polisi juga mengatakan bahwa Cauchi pernah mengalami masalah kesehatan mental dan tidak ada indikasi ideologi sebagai motifnya.
Perdana Menteri Anthony Albanese mengatakan "kerusakan gender mengkhawatirkan" ketika ditanya di ABC Radio apakah serangan itu bermotif gender.
ADVERTISEMENT
Satu-satunya pria yang tewas dalam serangan itu adalah penjaga keamanan mal, Faraz Tahir (30), yang tiba di Australia tahun lalu sebagai pengungsi dari Pakistan. Hal itu diungkapkan komunitas Ahmadiyah di Australia.
Pemerintah New South Wales menyatakan akan memberikan dana sebesar 18 juta dolar Australia untuk penyelidikan koroner independen atas serangan tersebut. Namun, Menteri Utama Chris Minns mengesampingkan perubahan aturan yang mengizinkan penjaga keamanan swasta membawa senjata api.