Polisi: Pembacok Pelajar Penonton Persib di Bogor Bukan Suporter Bola, Pilih Korban Secara Acak

Polisi menyebut, MR (29), tersangka pembacokan pelajar SMK, Arif Rahman Kusumah (ARK), bukanlah suporter sebuah klub bola. Ia hanya memiliki hobi tawuran, lalu memilih korban secara acak.
Sebelumnya, korban ditemukan tewas di Jalan Raya Jakarta–Bogor KM 51, tepatnya di depan Mall Q-Square, Kabupaten Bogor, Minggu (25/10), usai menyaksikan pertandingan Persib Bandung vs Garudayaksa di Stadion Pakansari, Bogor.
Kapolres Bogor AKBP Arfan Zulkan Sipayung mengatakan, tersangka mengakui perbuatannya saat ditangkap. Polisi menyita celurit yang diduga digunakan untuk menyerang korban.
“Pelaku kami tangkap di kediamannya, saat diamankan, dia kooperatif dan sudah mengakui kesalahannya,” ujar Arfan kepada wartawan, Kamis (29/10/2026).
Berdasarkan pemeriksaan, tersangka mengaku kerap tawuran dan selalu membawa celurit. Pada malam kejadian, dia sedang makan bersama istrinya di sekitar Jalan Raya Jakarta-Bogor ketika melihat iring-iringan motor usai pertandingan sepak bola.
Tersangka kemudian menyerang korban yang sedang mengendarai motor. Polisi menyebut korban dipilih secara acak, bukan target yang telah direncanakan.
“Tersangka bukan suporter klub mana pun. Dia mengaku sering ikut tawuran dan selalu menyiapkan senjata, saat melihat iring-iringan motor, dia langsung menyerang secara random dan kenanya si korban," katanya
Hasil tes urine menunjukkan tersangka negatif alkohol dan narkoba. Polisi turut memeriksa dua teman korban dan seorang pegawai Pertamini untuk mendalami kasus tersebut.
"Tersangka kita jerat Pasal 80 ayat (3) juncto Pasal 76C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp3 miliar, serta pasal terkait senjata tajam" pungkasnya.
