Polisi: Pendakian Gunung Dukono Sudah Ditutup, tapi Ada yang Naik Diam-diam

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Asap putih kelabu dari aktivitas erupsi Gunung Dukono membubung tinggi ke angkasa terlihat dari depan Kantor Bupati Halmahera Utara, Kawasan Pemerintahan, Gamsungi, Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Jumat (8/5/2026). Foto: Dok. BNPB
zoom-in-whitePerbesar
Asap putih kelabu dari aktivitas erupsi Gunung Dukono membubung tinggi ke angkasa terlihat dari depan Kantor Bupati Halmahera Utara, Kawasan Pemerintahan, Gamsungi, Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Jumat (8/5/2026). Foto: Dok. BNPB

Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, erupsi pada Jumat (8/5) pagi. Sejumlah pun pendaki terjebak, bahkan 2 di antaranya dilaporkan meninggal dunia.

Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu mengatakan, pendakian ke gunung tersebut sebenarnya sudah ditutup sejak 17 April lalu menyusul meningkatnya aktivitas vulkanik.

“Statusnya level dua, waspada. Sudah tidak boleh ada pendakian. Sudah kita pasang spanduk juga dan diimbau di media sosial,” ujar Erlichson saat live bersama kumparan.

Menurutnya, para pendaki tidak melapor ke pos pengamatan sebelum naik. Mereka disebut mendaki untuk membuat konten, dengan bantuan dua porter berpengalaman.

“Mereka ini diam-diam tanpa sepengetahuan kami naik ke atas untuk lakukan pendakian untuk ambil konten. Kalau kami dapati pasti langsung kami larang,” katanya.

Proses evakuasi pendaki terjebak di Gunung Dukono, Halmahera Utara, yang meletus, Jumat (8/5/2026). Foto: Dok. Basarnas

Erlichson juga meluruskan adanya anggapan bahwa tidak ada penjagaan di jalur masuk. Ia menjelaskan, yang ada di jalur tersebut hanyalah pos-pos peristirahatan pendaki, bukan pos jaga resmi.

“Itu bukan pos jaga. Itu pos istirahat pendaki. Untuk pos jaga memang tidak ada. Seharusnya sebelum mendaki mereka melapor dulu ke pos pengamatan karena di sana ada petugas dari PVMBG,” jelasnya.

Dari total 20 pendaki yang terjebak, 15 orang berhasil turun dengan luka ringan dan dirawat di pos pengamatan. Tiga orang dinyatakan meninggal dunia di atas gunung dan masih menunggu evakuasi tim SAR gabungan, sementara dua porter dilaporkan selamat.