Polisi Periksa 4 Saksi Terkait Tewasnya Bocah 8 Tahun di Kosan Penjaringan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana indekos TKP penemuan mayat bocah perempuan berumur 8 tahun di Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (22/9/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana indekos TKP penemuan mayat bocah perempuan berumur 8 tahun di Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (22/9/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Polisi telah memeriksa empat orang saksi terkait kasus penemuan mayat bocah perempuan berinisial AR (8) di sebuah kamar kos di kawasan Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara.

Jumlah saksi masih mungkin bertambah seiring berjalannya penyidikan.

“Saksi yang sudah kita periksa kurang lebih empat orang,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar pada Selasa (23/9).

“Mungkin masih akan bertambah lagi. Ada beberapa,” tambah dia.

kumparan post embed

Onkoseno membenarkan, salah satu saksi yang diperiksa adalah ibu korban. Namun, ia menyebut penyebab kematian bocah tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan forensik.

“Masih diproses sama dokter forensik, hasilnya belum keluar, masih diautopsi,” ujar Onkoseno.

“Belum tahu (akan selesai dalam beberapa hari), masih diproses tergantung dari apa saja yang diperiksa,” tambahnya.

Tim Inafis di TKP penemuan mayah bocah perempuan berumur 8 tahun di Penjaringan, Jakarta Utara. Foto: Dok. Istimewa

Sebelumnya AR (8 tahun) ditemukan tewas di sebuah kamar kos di kawasan Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara. Jasad korban ditemukan pada Minggu (21/9) dini hari.

Saat ditemukan, korban dalam kondisi telentang di lantai kamar kos lantai 3. Tubuhnya bersimbah darah di balik punggung, dengan ceceran darah mengering di sekitar lantai. Kondisi kamar juga sudah berantakan.

Polisi masih memeriksa orang tua, mereka masih dimintai keterangan terkait tewasnya bocah tersebut.

“Masih pengambilan keterangan,” kata Kapolsek Penjaringan Agus Adi Wijaya saat dikonfirmasi, Senin (22/9).

“Saat di TKP ada bapaknya, tapi ibunya sudah tidak ada di lokasi TKP,” lanjutnya.

Polisi kemudian melakukan pencarian terhadap ibu korban. Ia akhirnya ditemukan sedang berjalan di daerah Kertajaya saat patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD).