Polisi Periksa 9 Teman Sekolah Siswa di Pemalang yang Diduga Tewas Dibully

Polisi masih mendalami kasus tewasnya AAF (13), pelajar SMP di Kabupaten Pemalang yang diduga meninggal dunia akibat dirundung atau bullying. Hingga saat ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.
Kasat Reskrim AKP M. Faizal Wildan Umar mengatakan, pihaknya sudah memeriksa sejumlah saksi termasuk teman-teman korban di sekolah. Namun seluruhnya masih berstatus sebagai saksi.
"Teman sekolah yang diperiksa kemarin 9 orang. Hari ini akan dilakukan pemeriksaan lagi. Masih saksi semua," ujar Wildan, Rabu (5/8).
Terkait penyebab kematian korban, Wildan mengaku masih menunggu hasil autopsi dari Biddokes Polda Jateng. Sehingga ia belum berani menyimpulkan.
"Untuk hasil autopsi kami masih menunggu. Masih pendalaman," jelas dia.
Meski begitu, ia menegaskan jika ada unsur pidana dalam kasus kematian AFF maka akan diproses sesuai undang-undang. Apalagi jika menyangkut anak di bawah umur.
"Kalau seandainya ada (penganiayaan) tetap dengan sistem peradilan anak sesuai dengan SOP dan aturan," kata Wildan.
Sebelumnya, seorang pelajar SMP berinisial AAF (13), warga Desa Semingkir, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang meninggal dunia akibat dirundung atau bullying.
AFF meninggal dunia pada Minggu (2/8) malam setelah sempat dirawat di RS Mardhatillah Randudongkal selama 1 hari namun sayang nyawanya tak tertolong.
Pihak keluarga lantas melaporkan kasus ke polisi.
