Polisi Periksa Orang Tua Bocah 8 Tahun yang Ditemukan Tewas di Penjaringan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tim Inafis di TKP penemuan mayah bocah perempuan berumur 8 tahun di Penjaringan, Jakarta Utara. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Tim Inafis di TKP penemuan mayah bocah perempuan berumur 8 tahun di Penjaringan, Jakarta Utara. Foto: Dok. Istimewa

Polisi masih memeriksa orang tua bocah perempuan berusia 8 tahun yang ditemukan tewas di sebuah kamar kos di kawasan Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara. Mereka masih dimintai keterangan terkait tewasnya bocah tersebut.

“Masih pengambilan keterangan,” kata Kapolsek Penjaringan Agus Adi Wijaya saat dikonfirmasi, Senin (22/9).

Agus menjelaskan, orang tua korban diketahui sudah berpisah sejak empat bulan lalu. Selama ini, korban tinggal bersama ibunya di kos tersebut.

Awalnya, ayah korban datang ke lokasi karena ingin bertemu anaknya, setelah tidak mendapat respons saat dihubungi.

Saat si Ayah tiba di kos, ia menemukan korban sudah meninggal dunia dan melaporkannya ke pihak keamanan.

“Saat di TKP ada bapaknya, tapi ibunya sudah tidak ada di lokasi TKP,” jelas Agus.

Polisi kemudian melakukan pencarian terhadap ibu korban. Ia akhirnya ditemukan sedang berjalan di daerah Kertajaya saat patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD).

“Ibunya kami temukan sedang berjalan di daerah Kertajaya saat kami patroli KRYD,” tambah Agus.

Selain memeriksa saksi-saksi, polisi juga menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mencocokkan dengan keterangan yang ada. Dari hasil pemeriksaan awal tim identifikasi, korban diperkirakan sudah meninggal sekitar lima hari sebelum ditemukan.

“Iya betul sudah membusuk, berdasarkan analisa awal dari Tim Identifikasi yang olah TKP, diperkirakan sudah 5 hari meninggalnya. Hanya di kamar lantai 3 itu saja mas,” ungkap Agus.

Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Punggungnya bersimbah darah, dengan ceceran darah mengering di sekitar lantai. Kondisi kamar juga sudah berantakan.

“Tergeletak, tanpa busana, dan menengadah ke atas,” ucap Agus.

Hingga kini, polisi masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban.