Polisi: Ravio Patra Ditangkap karena Menyiarkan Berita Onar

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menunjukkan barang bukti saat rilis pengungkapan sejumlah kasus di Polda Metro Jaya, Jakarta. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menunjukkan barang bukti saat rilis pengungkapan sejumlah kasus di Polda Metro Jaya, Jakarta. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Polisi membenarkan telah menangkap peneliti kebijakan publik Ravio Patra. Pria yang juga pegiat advokasi publik itu ditangkap oleh jajaran Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

"Memang saya membenarkan tadi malam dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengamankan seseorang inisial RPA. TKP (tempat kejadian perkara) penangkapan di daerah di Jalan Gelora, Menteng," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, Kamis (23/4).

Yusri mengatakan saat ini Ravio masih menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya. Status hukum pria itu masih menunggu hasil penyelidikan.

collection embed figure

"Yang bersangkutan memang diduga menyiarkan berita onar atau menghapus membuat kekerasan atau menyebar kebencian. Sementara yang bersangkutan masih dilakukan pendalaman pemeriksaan oleh Krimum Polda Metro Jaya. Kita tunggu saja hasil pemeriksaannya karena ini diduga menyebarkan berita onar," kata Yusri.

Terkait dugaan nomor whatsapp Ravio dibajak, Yusri enggan berkomentar. Menurutnya hal itu masih harus menunggu hasil pemeriksaan.

"Masih didalami kalau ada hasilnya kita sampaikan," kata Yusri.

kumparan post embed

Kabar penangkapan Ravio pertama kali disampaikan oleh pendiri sekaligus Direktur Eksekutif SAFEnet Damar Juniarto. Ia mengatakan sebelum menghilang Ravio mengaku nomor whatsappnya dibajak seseorang dan mengirimkan pesan membuat onar.

"Hingga saat ini, belum diketahui Ravio ditangkap oleh kesatuan mana dan dibawa ke mana. Tim Pendamping Hukum dari Koalisi Tolak Kriminalisasi dan Rekayasa Kasus sedang mencari tahu ke kantor Polda Metro Jaya," kata Damar mewakili sejumlah aktivis dalam keterangannya.

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

***

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.