Polisi: Sebelum Dimutilasi, Wanita di Malang Sudah Tewas karena Sakit

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Frans Barung Mangera. Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Frans Barung Mangera. Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan

Polisi mulai mengungkap misteri jasad termutilasi di Pasar Besar, Malang. Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, polisi menemukan wanita itu tewas karena penyakit paru-paru, bukan karena dimutilasi.

"Pemeriksaan sementara doktoral forensik kita mengatakan yang bersangkutan meninggal karena penyakit paru-paru akut," ungkap Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera di Mapolda Jatim, Surabaya, Kamis (16/5).

Sugeng, terduga pelaku mutilasi perempuan di Pasar Besar, Malang. Foto: Foto: Gigih Mazda/tugu malang

Polisi juga menangkap pelaku mutilasi bernama Sugeng (49). Dari keterangan pelaku, dia memutilasi setelah korban meninggal.

"Jadi mutilasi dilakukan setelah almarhum meninggal dunia baik di kaki, di leher, dan pada siku. Setelah itu dilakukan mutilasi, lengan-lengan (tangan) dibawa di bawah tangga," imbuhnya.

Sugeng, terduga pelaku mutilasi perempuan di Pasar Besar, Malang. Foto: Foto: Gigih Mazda/tugu malang

Sementara, soal tato 'Sugeng' yang ada di kaki korban, Barung mengungkapkan, pelaku menato korban juga setelah korban meninggal.

"Gambar tato yang berada di kaki yang bersangkutan ternyata dibuat setelah yang bersangkutan meninggal dunia," terangnya.

Sugeng ditangkap pada Rabu (15/5) pukul 13.00 WIB. Penangkapan terjadi saat Sugeng tengah bersantai di depan rumah persemayaman Panca Budhi. Polisi menangkap Sugeng berdasarkan petunjuk anjing pelacak.

Polisi juga akan mendalami kondisi kejiwaan Sugeng dengan melibatkan psikiater.