Polisi Sebut Chaowalit Terhubung dengan Jaringan Narkoba di Myanmar-Australia

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang polisi berada didekat layar yang menampilkan gambar buronan Interpol Thailand Chaowalit Thongduang saat konferensi pers penangkapan buronan Interpol Thailand di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Minggu (2/6/2024). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Seorang polisi berada didekat layar yang menampilkan gambar buronan Interpol Thailand Chaowalit Thongduang saat konferensi pers penangkapan buronan Interpol Thailand di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Minggu (2/6/2024). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Buronan kelas kakap Thailand, Chaowalit Thongduang, melarikan diri ke Indonesia sejak 8 Desember 2023 silam hingga akhirnya ditangkap di Badung, Bali, Kamis (30/5). Kepolisian Thailand menyebut bahwa Chaowalit merupakan salah satu tersangka narkoba di sana.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Wahyu Widada pun mengungkapkan bahwa Chaowalit juga merupakan terkait dengan jaringan narkoba internasional yang ada di Myanmar, Thailand, dan Australia.

"Apakah [Chaowalit] terkait dengan jaringan internasional, memang dia ada kaitannya dengan jaringan internasional yang ada di Myanmar. Jadi mereka [juga] ada jaringan internasional Thailand, Australia. Artinya, ini memang salah satu bandarnya, salah satu bosnya lah," kata Wahyu dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Minggu (2/6).

Lewat jaringan itu, Wahyu menjelaskan bahwa Chaowalit juga memiliki kaki tangan yang membantunya hingga bisa kabur ke Indonesia.

"Kalau seorang mafia, pasti punya kaki tangan, nah sehingga dia bisa menggerakkan, termasuk juga mempersiapkan pelarian itu, kan, tidak mudah," ujarnya.

"Kalau tidak ada yang membantu pasti tidak mungkin dia bisa lari, keluar dari penjara, kemudian sudah dipersiapkan segala perlengkapan, segala peralatan untuk bisa kabur sampai ke Indonesia," jelas Wahyu.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Wahyu Widada (kanan) bersama Kadiv Hubinter Polri Irjen Pol Krishna Murti (kiri) memberikan keterangan saat konferensi pers penangkapan buronan Interpol Thailand di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Minggu (2/6/2024). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Wahyu pun menyebut bahwa Chaowalit turut dibantu oleh kaki tangannya itu hingga bisa bertahan hidup di Indonesia.

"Ini, kan, pasti ada, karena untuk kabur dari Thailand menggunakan kapal dan lain sebagainya bukan gratisan, pasti ada biayanya termasuk juga bagaimana selama ini dia hidup di Indonesia," imbuh Wahyu.

"Sehingga ada yang transfer uang yang masuk ke rekening dia, saat dia pakai untuk melakukan kehidupannya di Indonesia. Memang, dia akhirnya menjadi salah satu buronan besar di Thailand," pungkasnya.

Sebelumnya, diberitakan Bangkok Post, Chaowalit Thongduang merupakan tahanan kasus percobaan pembunuhan terhadap seorang polisi dalam rangkaian percobaan penculikan pada 2 September 2019 di provinsi Phatthalung.

Dia lalu divonis 20 tahun enam bulan oleh Pengadilan Phatthalung pada Januari 2022. Chaowalit lalu dipindahkan ke penjara Nakhon Si Thammarat pada 7 Agustus 2023.

Chaowalit Thongduang, buronan paling dicari di Thailand. Foto: Dok. Istimewa

Pada 20 Oktober 2023, Chaowalit dibawa sipir penjara ke RS Maharat Nakhon Si Thammarat untuk perawatan gigi. Setelah sampai di sana, dokter menunda pemeriksaan itu.

Saat hendak dibawa kembali ke Penjara, Chaowalit terjatuh ke lantai. Ia lalu dirawat di lantai 6 rumah sakit tersebut. Di tempat tidur kakinya diborgol, sementara ada 2 sipir yang ditugaskan untuk mengawasinya.

Konferensi pers penangkapan buronan Thailand, Chaowalit Thongduang di Gedung Bareskrim Polri, Minggu (2/6/2024). Foto: Fadhil Pramudya/kumparan

Pada Minggu 22 Oktober pagi, Chaowalit dilaporkan hilang. Polisi dan tentara Thailand ditugaskan membantu pencarian Chaowalit. Komandan penjara menawarkan hadiah 100 ribu Baht bagi yang mengetahui keberadaan Chaowalit.

Sampai pada akhirnya Chaowalit ditangkap di Badung, Bali pada Kamis (30/5) pagi.

Chaowalit tercatat terlibat dalam 12 kasus kriminal. Kasus yang melibatkan Chaowalit di antaranya percobaan pembunuhan, penyusupan dan kepemilikan senjata ilegal, dan bahan peledak tingkat militer.