Polisi Sebut Mayat di Pulau Enggano Tak Sesuai dengan Ciri 5 Wartawan Hilang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tim penyelamat melakukan operasi pencarian dan penyelamatan untuk para jurnalis dan awak kapal yang hilang kontak saat meliput letusan gunung berapi Anak Krakatau di Selat Sunda pekan lalu, di Carita, Kabupaten Pandeglang, Selasa (15/9/2026). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Tim penyelamat melakukan operasi pencarian dan penyelamatan untuk para jurnalis dan awak kapal yang hilang kontak saat meliput letusan gunung berapi Anak Krakatau di Selat Sunda pekan lalu, di Carita, Kabupaten Pandeglang, Selasa (15/9/2026). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

Polisi memastikan mayat tanpa identitas yang ditemukan di Pulau Enggano tidak memiliki kesesuaian dengan lima wartawan dan tiga nakhoda yang hilang kontak di Selat Sunda saat meliput Gunung Anak Krakatau.

Namun, untuk memastikan, Polda Banten tetap akan menunggu hasil pencocokan DNA keluarga korban dengan sesosok mayat pria tanpa identitas tersebut.

"Iya, secara properti tidak sesuai (tidak ada persesuaian dengan korban hilang). Hari ini DNA dibawa ke Lab DNA di Biro Dokpol," ujar Dokter Forensik RS Bhayangkara Polda Banten, dr. Donald Rinaldi Kusumaningrat, melalui pesan WhatsApp, Selasa (15/9).

Menurut dr. Donald, hasil pencocokan tersebut bisa didapatkan dalam waktu sekitar dua minggu.

"Bisa dua minggu (hasilnya). Jadi, sampel dari temu mayat di Bengkulu dicocokkan dengan keluarga dari korban," ujarnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Banten Maruli Arciles Hutapea mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pencocokan DNA.

"Kita menunggu pencocokan DNA yang sudah diambil dari keluarga teman-teman yang hilang kontak. Kita akan melakukan pencocokan. Kami mohon waktu untuk bisa menjelaskan setelah keluar hasil cek DNA dari Polda Bengkulu," ujarnya.

Kabid Humas mengungkapkan, mayat tanpa identitas tersebut berjenis kelamin laki-laki, tinggi sekitar 165 cm, dan diperkirakan berusia di atas 50 tahun.

"Kami ingin menyampaikan bahwa hasil koordinasi dengan Polda Bengkulu, jenis kelamin mayat yang ditemukan di Pulau Enggano itu berjenis kelamin laki-laki, tinggi lebih kurang 165 cm. Kemudian, mohon maaf, muka sedikit hancur, kemudian kulit biasa, umur diperkirakan di atas 50 tahun," ungkapnya.

Untuk diketahui, mayat tersebut ditemukan di kawasan pesisir Desa Kahyapu, Pulau Enggano, dan dilaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bengkulu pada Sabtu (12/9) sore.

Lima jurnalis yang masih dalam pencarian yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis lepas.

Tiga lainnya merupakan kru speedboat, yakni Warta (55) sebagai kapten, Surakman (60) sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto (49) sebagai pemandu wisata.