Polisi Selandia Baru Baku Tembak dengan Pria Buron, Pelaku Tewas

Kepolisian Selandia Baru terlibat baku tembak dengan seorang pria yang melarikan diri dengan 3 anaknya. Pria yang diketahui bernama Tom Phillips itu akhirnya tewas dalam baku tembak.
Dikutip dari AFP, Senin (8/9), Phillips melarikan diri dengan ketiga anaknya pada Desember 2021 usai bertengkar dengan mantan pasangannya. Sejak itu, dia dilaporkan terus melarikan diri.
Kasus ini menjadi perhatian di Selandia Baru, khususnya di wilayah Waikato dan kota Marokopa, tempat Phillips diduga bersembunyi. Selama hampir 4 tahun, Phillips lolos dari penangkapan meski dilaporkan terlihat di beberapa tempat, termasuk rekaman CCTV yang menunjukkan Phillips dan anaknya membobol sebuah toko bulan lalu.
Polisi mengatakan mereka menerima panggilan telepon pada Senin pagi terkait dugaan perampokan di sebuah toko oleh dua orang yang mengendarai motor ATV.
"Berdasarkan informasi yang kami miliki sebelumnya bahwa Tom Phillips juga terlihat di wilayah ini, staf tambahan dipanggil dan merespons ke lokasi itu," kata Penjabat Wakil Komisaris Kepolisian Selandia Baru, Jill Rogers.
Polisi menggunakan paku jalan untuk menghentikan motor ATV, yang kemudian berbelok keluar jalan dan masuk ke dalam jurang. Ketika dihampiri polisi, Phillips menembak seorang petugas dengan senapan berkekuatan tinggi. Petugas kepolisian pun jatuh ke tanah dan meminta bantuan.
"Unit patroli kedua tiba dan terlibat baku tembak, dan dia (pelaku) tewas di tempat," kata Rogers.
Rogers mengatakan ada satu anak yang bersama Phillips. Anak itu tidak terluka dan dijaga oleh polisi.
"Ini adalah hasil yang tidak diinginkan siapa pun," kata Rogers.
Polisi yakin selama Phillips selama melarikan diri dibantu oleh sejumlah orang untuk menghindari penangkapan, menyediakan makanan, dan tempat tinggal. Dalam beberapa minggu terakhir, polisi juga yakin bahwa jaringan dukungan Phillips menurun sehingga dia melakukan lebih banyak perampokan.
"Jika anda pergi ke Marokopa, separuh kota tampaknya mendukung Phillips dan separuh lainnya menganggapnya penjahat," kata seorang polisi.
"Namun belakangan dukungan terhadap Phillips semakin menurun," lanjutnya.
