Polisi Selidiki DC Pinjol di Sleman yang Jebak Ambulans Jemput Nasabah dari Kos
ยทwaktu baca 2 menit

Polisi merespons kasus ambulans di Kabupaten Sleman yang dijebak debt collector (DC) pinjaman online (pinjol) untuk menjemput nasabah dari kos dibawa ke rumah sakit. Mereka akan menyelidiki kasus tersebut.
"Sudah diketahui dan sudah diproses," kata Kasi Humas Polres Sleman Iptu Argo Anggoro kepada kumparan, Kamis (23/4).
Argo belum dapat berkomentar banyak soal kasus itu. Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan.
Sekilas Kasus
Awalnya ambulans ditelepon untuk diminta menjemput pasien di salah satu kos di Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Rabu (22/4) sekitar pukul 14.30 WIB.
"Pasiennya (DC pinjol berpura-pura) itu ngomong emergency suruh membawa ke Rumah Sakit Panti Rapih," kata admin Ambulans Mer-C Yogya, Aziz Apri Nugroho, melalui sambungan telepon.
Ambulans yang dikemudikan sopir bernama Muklis langsung menuju ke indekos yang dimaksud.
"Ya memang niatnya ming nulungi ibarate nek kami kan meng ambulans menginfak saja (cuma membantu, ibaratnya kami itu cuma ambulans infak saja). Monggo nggak dikasih, gratis ya nggak apa-apa," katanya.
Setibanya di sana, orang yang dimaksud ternyata sudah berpindah kos sejak beberapa tahun lalu. Hal ini menandakan sesuatu yang tidak beres.
"(Nama yang dimaksud) sudah pindah tiga tahun yang lalu," katanya.
Pihak ambulans kemudian menelepon nomor yang menghubungi awal. Dari situ penelpon mengaku dari salah satu DC pinjol.
Dalam video yang dibagikan Aziz, saat berkomunikasi melalui telepon pihak DC pinjol bahkan menyuruh ambulans untuk bicara kepada nasabah yang dimaksud agar segera membayar pinjol.
"Ngasih keterangan seperti itu (mengaku dari pinjol)," katanya.
Berdasarkan informasi yang Aziz terima hari ini juga ada damkar yang mengalami kejadian serupa.
"Kalau tidak salah laporannya soal adanya ular," katanya.
Sudah 3 Kali Terjadi
Aziz belum memutuskan apakah akan melaporkan peristiwa ini ke kepolisian atau tidak. Namun, harapannya dengan dia bercerita peristiwa yang pihaknya alami, aparat bisa bertindak.
Terlebih, ambulansnya sudah mengalami peristiwa seperti ini untuk ketiga kalinya.
"Empat tahunan yang lalu itu saya kena order antar jenazah di Condongcatur. Itu ternyata orangnya nggak ada," katanya.
Peristiwa kedua terjadi sekitar dua tahun yang lalu. Aziz tak habis pikir ada pihak-pihak yang tega memanfaatkan ambulans untuk hal seperti ini.
