Polisi Selidiki Konten YouTube Inspirasi Satrio Coret Musala 'Anti Islam'

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Musala di Tangerang dirusak orang tak dikenal. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Musala di Tangerang dirusak orang tak dikenal. Foto: Dok. Istimewa

Polres Kota Tangerang masih mendalami motif Satrio (18) mencoret musala Darussalam di Perumahan Elok, Pasar Kemis, Tangerang.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary juga masih menyelidiki konten YouTube yang menginspirasi Satrio mencoret dan merusak musala di sekitar rumahnya itu.

"Konten masih kita selidiki, sekarang masih didalami. Dia ini terinspirasi dari YouTube dan meyakini tindakannya ini benar," ujar Ade Ary, di kantornya Rabu, (30/9).

Ade mengatakan Satrio kini masih diinterogasi lantaran aksinya membuat heboh warga sekitar.

kumparan post embed

"Sampai sekarang tersangka masih kita periksa, masih kita kembangkan, karena keterangan tersangka ini juga berubah-ubah," ujarnya.

Kini, tersangka yang berstatus mahasiswa psikologi di salah satu universitas swasta di Jakarta telah diamankan dan dikenakan pasal 156 (a) KUHP tentang kejahatan terhadap ketertiban umum, yang pada pokoknya bersifat pemusuhan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia. Ancaman hukumannya maksimal 5 tahun penjara.

Aksi vandalisme itu diketahui pada pukul 15.30 WIB, Selasa, (29/20) oleh salah seorang warga yang akan melakukan azan salat Ashar.

Warga menemukan coretan di dinding musala. Coretannya antara lain bertuliskan 'Anti Islam'.

Tidak hanya itu, bahkan terdapat sajadah yang sudah rusak diduga dengan cara digunting dan adapula Al-Quran yang dicoret.

Satrio tinggal 50 meter dari musala tersebut.

***

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

embed from external kumparan