Polisi Selidiki Penempel Brosur Ajakan Menjarah Demo Tolak Omnibus Law di Bali

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Brosur Aksi Penjarahan Di Depan Kantor Demokrat Bali Tolak Omnibus Law. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Brosur Aksi Penjarahan Di Depan Kantor Demokrat Bali Tolak Omnibus Law. Foto: Dok. Istimewa

Polisi bergerak cepat atas beredarnya brosur ajakan aksi penjarahan yang tertempel di tiang listrik di depan Gedung Demokrat Bali. Polisi masih mencari penempel brosur tersebut.

"Ini sudah dalam pendalaman. Bisa tanya langsung ke Polda," kata Kepala Polresta Denpasar Kombes Jansen Avitus Panjaitan saat dihubungi, Rabu (21/10).

Dia menyatakan, memang ada sekelompok massa yang berencana mengelar aksi demo tolak Omnibus Law, Kamis (22/10) besok. Jansen enggan menyebut nama massa yang akan demo.

Berdasarkan informasi yang dihimpun kumparan, massa dari Bali Tidak Diam berencana mengelar demo dengan jumlah sekitar 2 ribu massa.

kumparan post embed

Jansen menyatakan, sudah meminta para koordinator agar tidak aksi demo. Apalagi, kasus corona di Bali masih ganas.

"Ada rencana tapi kita melalui korlapnya yang memang mengaku sebagai koordinatornya sudah kita imbau janganlah. Kita saat ini lagi prihatin dengan kondisi Bali ini, ga usah ikut-ikutan, itu sudah ada yang urus, ga perlu turun ke jalan," kata dia.

Dia mengatakan, pihak kepolisian akan mengamankan aksi demo. Jansen enggan menyebut jumlah personel polisi yang akan turun ke lapangan. Pengamanan diambil alih langsung oleh Polda Bali.

"Di luar itu kita akan dengan kekuatan penuh melakukan pengamanan," kata dia.

Brosur Aksi Penjarahan Di Depan Kantor Demokrat Bali Tolak Omnibus Law. Foto: Dok. Istimewa

***

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

embed from external kumparan