News
·
12 Maret 2021 14:57

Polisi Selidiki Referensi Rian Serial Killer Menikmati Bunuh 2 Wanita di Bogor

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Polisi Selidiki Referensi Rian Serial Killer Menikmati Bunuh 2 Wanita di Bogor (167797)
searchPerbesar
Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro (tengah) menunjukkan barang bukti tas ransel yang digunakan pelaku saat gelar perkara kasus pembunuhan berantai di Mapolresta Bogor Kota, Kapten Muslihat, Bogor, Jawa Barat, Kamis (11/3/2021). Foto: Arif Firmansyah/ANTARA FOTO
Muhammad Rian (21), membunuh 2 wanita di Kota Bogor dan Kabupaten Bogor dalam kurun waktu 2 minggu. Polisi menjuluki Rian ini adalah serial killer atau pembunuh berantai.
ADVERTISEMENT
Wanita pertama yang dibunuh Rian adalah gadis bercelana Doraemon yang jasadnya ditemukan dalam kantong plastik di depan toko material Jalan Raya Cilebut, Kota Bogor, pada (25/2).
Wanita kedua yang dibunuh Rian adalah Elya Lisnawati (25). Jasad janda satu anak itu ditemukan warga tergeletak di kebun kosong di Kampung Cidadap, Megamendung, Puncak, Bogor, Jawa Barat, Rabu (10/3).
Polisi hingga saat ini masih menyelidiki kejiwaan Rian sadis membunuh dua wanita sekaligus. Untuk sementara, motif Rian membunuh adalah karena ingin menguasai harta benda korban seperti handphone, kalung emas dan juga uang tunai.
Muncul berbagai pertanyaan: terinspirasi dari mana Rian melakukan pembunuhan itu. Apakah karena membaca buku atau menonton film genre thriller? Musababnya, menurut polisi Rian sangat menikmati ketika membunuh korbannya yang kedua.
ADVERTISEMENT
Menanggapi pertanyaan itu, Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Dhoni Ermawan mengatakan maksud Rian menikmati pembunuhan itu adalah mendapatkan barang-barang berharga dari korbannya.
"Dalam arti menikmati itu kan dia. Menikmati mendapatkan barang dari korban itu sangat mudah janjian seperti itu loh. Kalau dilihat dari proses penyidikannya pun tersangka ini menikmati dalam artian karena dia sudah berhasil menguasai barang milik korban seperti yang korban pertama juga," kata Dhoni, di kantornya, Jumat (12/3).
"Jadi memang kita harus melakukan tes kejiwaan yang bersangkutan. Dalam artian yang menikmati itu seperti apa. Apakah dia itu memang suka dengan adanya kejadian-kejadian yang sudah dilakukan ataukah bagaimana," lanjut Dhoni.
Dhoni mengatakan selama pemeriksaan, belum ditemukan adanya referensi film atau buku yang membuat Rian membunuh 2 wanita itu.
ADVERTISEMENT
"Sampai dengan saat ini belum. Tapi untuk lebih dalamnya kami masih melakukan proses penyidikan nih. Belum secara jauh terkait dengan hal-hal yang seperti itu, terinspirasi kekejaman," ujar Dhoni.
"Proses penyelidikan masih berjalan saat ini baru tes DNA terlebih dahulu," tutup Dhoni.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020