Polisi Selidiki Tewasnya Mahasiswa Pelayaran di Aceh: Wajah dan Tubuh Lebam

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polisi saat menyelidiki kasus tewasnya mahasiswa pelayaran di Aceh, Minggu (27/9/2026). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Polisi saat menyelidiki kasus tewasnya mahasiswa pelayaran di Aceh, Minggu (27/9/2026). Foto: Dok. Istimewa

Polresta Banda Aceh menyelidiki kasus tewasnya Muhammad Rasya Fadilla (18), mahasiswa atau taruna salah satu Politeknik Pelayaran (Poltekpel) di Aceh. Rasya meninggal saat mengikuti ospek yang telah berlangsung hampir sebulan.

Taruna D-III Studi Nautika asal Kota Lhokseumawe itu mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Minggu (27/9/2026) sore. Dalam foto yang diterima dari keluarga, tubuh dan wajah Rasya disebut dipenuhi lebam.

Kasatreskrim Polresta Banda Aceh Kompol Miftahuda Dizha Fezuono mengatakan polisi telah melakukan penyelidikan awal. Terkait lebam pada tubuh korban, polisi masih melakukan penyelidikan.

“Ruam kemerahan tersebut kemudian semakin banyak,” kata Dizha.

Penjelasan Forensik

Menurut keterangan dokter forensik RSUDZA, dr. Taufik, dugaan sementara Rasya meninggal karena sakit.

“Berdasarkan keterangan dokter forensik, dugaan sementara korban meninggal dunia karena sakit,” ujar Dizha.

Meski demikian, polisi belum menyimpulkan penyebab pasti kematian Rasya. Penyidik masih menunggu hasil visum et repertum dan pemeriksaan forensik.

Hasil visum diperkirakan baru dapat diketahui sekitar tujuh hari, sedangkan hasil CT scan dijadwalkan diketahui pada Senin (28/9).

Polisi juga masih melanjutkan penyelidikan untuk mengetahui kondisi Rasya secara utuh sebelum dibawa ke rumah sakit.

Polisi saat menyelidiki kasus tewasnya mahasiswa pelayaran di Aceh, Minggu (27/9/2026). Foto: Dok. Istimewa

Penyidik akan berkoordinasi dengan RSUDZA terkait hasil pemeriksaan forensik dan CT scan. Polisi juga akan meminta keterangan dari pihak Poltekpel Malahayati serta orang-orang yang mengetahui kondisi Rasya sebelum dirujuk.

“Penyelidikan tersebut dilakukan untuk melengkapi keterangan dan memastikan rangkaian peristiwa sebelum korban meninggal dunia,” kata Dizha.

Selama menjalani pendidikan, Rasya diketahui tinggal di Asrama Cut Nyak Dhien, kamar C-201, Poltekpel Malahayati Aceh, bersama lima mahasiswa lainnya.

Setelah pemeriksaan awal selesai, jenazah Rasya diserahkan kepada keluarga untuk dibawa ke Kota Lhokseumawe dan dimakamkan.

Hingga kini, penyebab pasti meninggalnya Rasya masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan forensik RSUDZA.