Polisi: Siswa yang Ledakkan Molotov Ada Masalah Keluarga-Hobi Main Gim Tembakan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah petugas Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Kalbar melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di SMPN 3, Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Selasa (3/2/2026). Foto: Jessica Helena Wuysang/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah petugas Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Kalbar melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di SMPN 3, Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Selasa (3/2/2026). Foto: Jessica Helena Wuysang/ANTARA FOTO

Kapolda Kalimantan Barat (Kalbar), Irjen Pol Pipit Rismanto, mengatakan siswa terduga pelaku ledakan di SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, mengalami masalah keluarga.

Pipit mengatakan hal itu didapat berdasarkan hasil awal pendalaman pihaknya. Pipit juga menyebut siswa tersebut sebetulnya sudah dalam pemantauan aparat.

"Setelah kami telusuri, keluarga anak ini memiliki masalah. Kakek dan ayahnya sedang sakit. Ini berdampak pada kondisi psikis anak karena meski masih kecil, ia sudah menanggung beban permasalahan keluarga," kata Pipit, Rabu (4/2).

Personel Den Gegana Sat Brimob Polda Kalbar melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di ruang kelas SMPN 3, Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Selasa (3/2/2026). Foto: Jessica Helena Wuysang/ANTARA FOTO

Lebih lanjut, Pipit mengatakan aktivitas siswa tersebut di sekolah terpantau normal. Selain itu, siswa tersebut juga diketahui bercita-cita menjadi mekanik dan memiliki hobi bermain gim tembak-tembakan.

"Ini masih bersifat sementara. Kami terus melakukan pendalaman agar bisa menentukan langkah penanganan yang tepat ke depan," kata dia.

Polisi juga telah menggali minat dan keseharian anak tersebut. Diketahui bahwa anak itu bercita-cita menjadi mekanik dan memiliki hobi bermain gim tembak-tembakan.

“Ini masih bersifat sementara. Kami terus melakukan pendalaman agar bisa menentukan langkah penanganan yang tepat ke depan,” katanya.

Korban Bully, Ingin Balas Dendam

Sebelumnya, Juru bicara Densus 88, Kombes Pol Myandra Eka Wardhana, mengatakan terduga pelaku kerap di-bully orang temannya. Selain itu, terduga pelaku tersebut juga diduga mengalami masalah keluarga.

Yang bersangkutan merupakan korban perundungan dan memiliki keinginan untuk melakukan balas dendam kepada rekan-rekan yang kerap kali melakukan perundungan terhadapnya juga diduga kuat menghadapi masalah keluarga,"

Jubir Densus 88, Kombes Myandra

Dendam akibat perundungan tersebut membuat anak itu melakukan balas dendam dengan meledakkan molotov di sekolahnya.