Polisi Sita 38,6 Kg Narkoba dari Pabrik di Belakang Lapas Kerobokan, Denpasar

10 April 2022 19:26 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi pengguna narkoba. Foto: Infinity Time/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengguna narkoba. Foto: Infinity Time/Shutterstock
ADVERTISEMENT
Polisi menggeledah sebuah rumah yang dijadikan pabrik sekaligus gudang narkoba yang terletak di belakang Lapas Kelas II A Kerobokan Denpasar, Bali, Jumat (8/4) sekitar pukul 21.30 WITA lalu.
ADVERTISEMENT
Polisi menyita sekitar 38,6 kilogram narkoba yang terdiri dari sabu, ganja, ekstasi, dan barang haram lainnya. Polisi turut mengamankan 3 orang pelaku berinisial K, IK, dan AAG.
"Itu ada sebanyak 35,850 kilogram sabu, 2,750 kilogram ganja, 23 gram kokain, ekstasi 800 butir, 100 butir narkotika golongan III dan 500 butir golongan IV," kata Dirresnarkoba Polda Bali Kombes Mochamad Khozin saat dihubungi, Minggu (10/4).
Diresnarkoba Polda Bali Kombes pol Mochamad Khozin. Foto: Denita BR Matondang/kumparan
Khozin mengatakan, kasus ini bermula dari laporan masyarakat terkait aktivitas peredaran narkoba area Kerobokan, Kuta Utara, Badung, Bali, pada akhir tahun 2021 lalu. Polisi lalu melakukan pemantauan dan memasang CCTV di area tersebut.
"Kita dapat informasi itu tahun 2021, lalu kita lidik dan pantau. Kemudian sekitar Januari 2022 barangnya (narkoba) masuk tapi kita enggak tahu TKP-nya di mana. Jadi, kita pantau terus, terus dan terus, dari pagi sampai pagi lagi," kata dia.
ADVERTISEMENT
Pada Jumat (8/4), salah satu pelaku berinisial K yang dicurigai polisi, terlihat keluar dari salah satu rumah di belakang lapas. Polisi langsung menangkap dan menggeledah barang bawaan pelaku. Polisi menemukan sejumlah narkoba di dalam tas gendong pelaku.
"Dia bilang meracik di salah satu room, kita bongkar dan ternyata barangnya di sana (rumah di belakang Lapas Kerobokan Kelas II A)," kata dia.
Khozin belum mengungkap sumber pelaku mendapatkan narkoba dan jumlah ekstasi yang mereka hasilkan dalam satu hari. Ia mengatakan, polisi sedang mengusut lebih dalam untuk membongkar jaringan pelaku.
"Ini kan barangnya cukup banyak yah jadi kita dalami dulu," kata dia.