Polisi Sita Rp10 Juta & Rial Yaman dari Koordinator Penyusup Aksi Buruh di DPR

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jumlah uang yang diamankan dari kordinator yang diduga penyusup aksi mayda di gedung DPR. Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Jumlah uang yang diamankan dari kordinator yang diduga penyusup aksi mayda di gedung DPR. Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Polda Metro Jaya mengamankan koordinator lapangan yang diduga hendak menyusup dan membuat kericuhan dalam demo buruh di depan Gedung DPR, Jakarta, Jumat (1/5). Dari tangannya diamankan sejumlah uang.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin, saat konferensi pers, menunjukkan foto barang bukti. Di sana terlihat uang tunai Rp10 juta dan 1.000 rial Yaman.

Iman mengatakan uang tersebut diamankan dari koordinator lapangan pelaku penyusupan demo.

“Sebagaimana rekan-rekan lihat di depan, terdapat sejumlah uang yang berhasil kami amankan dari tangan salah satu koordinator di lapangan,” kata Iman dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jumat (1/5).

Barang bukti yang ditampilkan dalam konferensi pers pencegahan aksi ricuh di hari buruh, Jumat (1/5/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Iman menyebut uang tersebut diduga akan digunakan untuk menggerakkan massa.

“Berdasarkan informasi dari yang bersangkutan kepada kami, uang tersebut akan digunakan atau diberikan kepada mereka yang ikut hadir bersama kelompoknya,” ujarnya.

Selain itu, polisi juga mengungkap adanya komunikasi yang mengarah pada rencana penyusupan dan provokasi di tengah aksi buruh. Dalam percakapan yang diamankan, kelompok tersebut disebut merencanakan berbagai aksi yang berpotensi memicu kerusuhan.

“Dalam pembicaraan sesama mereka, terungkap beberapa fakta, di antaranya mereka merencanakan akan mengadu domba antar elemen serikat buruh dengan melakukan penyusupan pada saat kegiatan sedang berlangsung,” ujarnya.

“Kemudian mereka juga akan melakukan perusakan terhadap fasilitas umum dan sarana publik. Mereka akan melakukan provokasi dan penyerangan terhadap petugas pengamanan yang sedang menjalankan tugas negara. Mereka juga akan menggunakan media sosial untuk melakukan upaya provokasi agar massa yang lebih beringas bisa bergabung atau memicu kemarahan massa lainnya,” pungkasnya.

Polisi masih mendalami sumber pendanaan serta jaringan di balik dugaan rencana tersebut. Sementara itu, 101 orang yang diamankan masih dimintai keterangan dan akan dipulangkan setelah proses selesai.