Polisi soal Bos Perusahaan Animasi Yang Diduga Siksa Karyawan: CL, WN Hong Kong

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Muhammad Firdaus (depan) menjawab pertanyaan wartawan, Rabu (14/8). Foto: Dok. kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Muhammad Firdaus (depan) menjawab pertanyaan wartawan, Rabu (14/8). Foto: Dok. kumparan

Polisi telah mengantongi identitas bos perusahaan animasi BV alias Brandoville Studios, CL alias Cherry Lai, di Menteng, Jakarta Pusat, yang diduga melakukan kekerasan terhadap karyawannya. Dari keterangan polisi, bos perusahan tersebut merupakan WNA asal Hong Kong.

"Sudah (kantongi identitas terduga pelaku). Diduga pelaku, WNA," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Firdaus, saat dikonfirmasi, Senin (16/9).

"(inisial) CL, (warga negara) Hong Kong," imbuh Firdaus.

Polisi hingga saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi sebelum memanggil terduga pelaku.

"Sebelum pemanggilan diduga pelaku, akan diperiksa saksi-saksi dulu," jelas dia.

Minggu (15/9), polisi juga telah memeriksa korban yang berinisial CS sudah dimintai keterangannya.

Suasana kantor perusahaan animasi yang ramai jadi perbincangan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (13/9/2024). Foto: Jonathan Devin/kumparan

"(Pemeriksaan CS) terkait peristiwa yang dialami korban," ujarnya.

Pada 5 September 2024, CS melaporkan kasus ini ke polisi. Laporan diterima dengan nomor STTLP/B/5279/IX/2024/SPKT/POLDA METRO JAYA. CS mengaku mengalami sejumlah kekerasan.

"Verbal sejak 2019 di tahun pertama kerja, physical sejak 2022 mulai dari sleep deprivation dan menampar diri," kata CS kepada kumparan, Sabtu (14/9).

CS merekam dirinya menampar diri sendiri 100 kali sebagai hukuman dari bosnya. Ia pun mengirimkan video itu ke bosnya. Percakapan CS dengan bos ini di-screenshot.

"Saya mau melaporkan bahwa saya telah menampar diri 100 kali," kata CS, menggunakan Bahasa Inggris, ke bosnya itu.

"Saya enggak percaya. Bagaimana membuktikannya?" ujar bos tersebut.

CS pun mengirimkan video tersebut. kumparan telah melihat video yang sama: CS menampar dirinya terus-menerus hingga pipi dan wajahnya memerah.

Setelah CS mengirimkan video itu, bosnya malah justru memarahi CS. "Memangnya saya minta kamu mengirimkan video itu? Enggak sopan," katanya.