Polisi soal Ledakan Ruko di Tangsel: Ditemukan Tabung Etilen 52 Kg

Polisi menemukan tabung gas etilen berukuran 52 kilogram di lokasi ledakan ruko yang digunakan sebagai gudang penyimpanan buah di Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. Tabung tersebut biasa digunakan untuk membantu proses pematangan buah.
Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) awal bersama Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya, ledakan tersebut bukan berasal dari bom.
"Di TKP ditemukan sebuah tabung etilen, ya. Tabung etilen 52 kilo yang panjang, yang memang lazim biasanya digunakan itu untuk mematangkan buah," kata Susatyo kepada wartawan di lokasi, Rabu (14/10).
Susatyo menjelaskan, gudang tersebut digunakan untuk menyimpan buah-buahan yang akan dikemas dan didistribusikan ke pasar. Berdasarkan keterangan saksi, saat kejadian para pekerja sedang melakukan aktivitas pengepakan buah.
"Kalau berdasarkan dari keterangan saksi di lingkungan lagi melakukan ada kegiatan pengepakan dan sebagainya, pengepakan buah-buah untuk disuplai ke pasar-pasar dan sebagainya," ujarnya.
Di lokasi, polisi juga menemukan banyak buah pisang mentah di bagian bangunan yang mengalami kerusakan paling parah.
"Ditemukan di situ ada pisang, ya. Ditemukan memang di tempat yang paling parah kerusakannya itu ditemukan buah pisang yang cukup banyak, ya. Buah pisang cukup banyak dan dalam kondisi mentah," kata Susatyo.
Meski demikian, polisi masih mendalami penyebab ledakan tersebut. Pemeriksaan lanjutan dijadwalkan dilakukan pada Kamis (15/10) pagi oleh tim gabungan dari Puslabfor Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya, dan Polres Tangerang Selatan.
Susatyo mengatakan, olah TKP awal telah dilakukan. Namun, pemeriksaan lebih lanjut belum dapat dilaksanakan karena kondisi di lokasi belum memungkinkan.
"Ini bukan bom. Ini adalah ledakan yang saat ini masih didalami," tegasnya.
Dalam peristiwa tersebut, polisi menerima informasi awal mengenai dua orang meninggal dunia dan sekitar 11 orang mengalami luka-luka. Sebagian korban diketahui merupakan pekerja, sementara petugas masih melakukan pendataan lebih lanjut.
Korban luka dirawat di tiga rumah sakit, yakni Rumah Sakit Sari Asih, Rumah Sakit Fatmawati, dan RSUD Tangerang Selatan.
Polisi juga mencatat sekitar empat blok ruko dua lantai mengalami kerusakan akibat ledakan tersebut. Lokasi kejadian untuk sementara ditutup dan diberlakukan status quo agar masyarakat tidak melintas di area tersebut.
Susatyo menegaskan, tim gabungan masih akan melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab ledakan serta memastikan kondisi di lokasi kejadian.
