Polisi Swiss Kesulitan Mencari Eril karena Air Sungai Aare Keruh

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemandangan udara sungai Aare yang mengalir di sekitar kota tua Bern pada hari yang cerah, Bern, Swiss. Foto: Peter Stein/Shutterstock.
zoom-in-whitePerbesar
Pemandangan udara sungai Aare yang mengalir di sekitar kota tua Bern pada hari yang cerah, Bern, Swiss. Foto: Peter Stein/Shutterstock.

Polisi Wilayah Kota Bern, Swiss, kesulitan untuk mencari Putra Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Emmeril Kahn (22), yang hilang di Sungai Aare. Hal ini disebabkan karena air yang keruh dan arus sungai yang kuat.

Emmeril yang akrab disapa Eril, hilang di Sungai Aare ketika ia berenang bersama adik perempuan, Zara, dan teman perempuan pada Kamis (26/5). Penduduk setempat berhasil menyelamatkan teman dan adik Eril. Namun, arus yang terlampau kuat keburu menarik Eril sebelum ia bisa ditolong.

Diberitakan media Swiss 20min, polisi menerima laporan insiden ini pada pukul 09.45 waktu setempat. Mereka pun langsung terjun ke lapangan dan melakukan upaya pencarian di sekitar area Eichholz dan Marzili, tempat Eril terakhir terlihat.

Juru bicara polisi wilayah Bern mengatakan, upaya pencarian Eril sulit dilakukan karena ia hilang di sungai. Kondisi area tersebut sama sekali tidak mudah untuk disusuri karena air yang keruh dan kondisi arus yang kuat.

Emmeril Khan Mumtadz, anak sulung Ridwan Kamil. Foto: Instagram/@ridwankamil

Upaya pencarian pun dilakukan dengan menyisir wilayah sungai dan daratan. Sejumlah pos pengamatan juga telah didirikan di berbagai jembatan di sepanjang sungai demi menemukan keberadaan Eril.

Saat ini, Eril telah menghilang selama lebih dari 24 jam. Upaya pencarian masih terus dilanjutkan setelah sempat dihentikan karena hari sudah malam.

Sungai Aare di Kota Bern biasa digunakan warga dan turis untuk berenang maupun bersantai di pinggir sungai. Foto: Youtube/@BernWelcome

Sementara itu, KBRI Bern menerangkan, upaya pencarian pada Jumat (27/5/2022) dilakukan oleh polisi dan tim SAR Swiss dengan jangkauan area yang lebih luas dari hari sebelumnya.

"KBRI Bern bersama Kemlu RI Jakarta Direktorat Perlindungan WNI akan terus memantau perkembangan pencarian Saudara Emmeril," ucap KBRI Bern dalam keterangan tertulis.

Media Swiss yang meliput kejadian ini juga mencantumkan deskripsi Eril dan kontak KBRI bagi warga yang dapat memberikan informasi tentang keberadaan Eril.

Reporter: Airin Sukono