Polisi Tangkap 2 Orang yang Diduga Galang Massa Jelang HUT OPM

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapolda Papua Irjen Pol Paulis Waterpaw di Wisma Bhayangkari. Foto: Mirsan Simamora/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kapolda Papua Irjen Pol Paulis Waterpaw di Wisma Bhayangkari. Foto: Mirsan Simamora/kumparan

Polda Papua terus mempersiapkan pengamanan jelang HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang jatuh pada 1 Desember mendatang. Polda Papua melarang adanya upaya pengerahan massa di Lapangan Trikora untuk memperingati kemerdekaan Papua.

"Tetap kami tolak. Prinsipnya kami tidak mengizinkan demo damai, ibadah, atau yang sifatnya sebagai pemicu untuk mereka melakukan aksi-aksi tersebut," kata Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw di Jayapura, Selasa (26/11).

"Karena kami tahu, dari antara kehidupan masyarakat di sini, ada kelompok-kelompok tertentu yang selalu memanfaatkan ruang-ruang, atau kesempatan itu untuk membenturkan aparat dengan masyarakat," tambahnya.

Selain itu, Paulus mengatakan pihaknya juga telah mengamankan dua orang yang diduga memprovokasi warga dengan cara menyebarkan selebaran-selebaran terkait kemerdekaan Papua. Mereka menyebarkan informasi itu baik melalui media sosial mau pun selebaran.

“Saat ini sudah kami lakukan pemeriksaan terhadap dua oknum yang melakukan provokasi atau melakukan penyebaran informasi untuk menggalang massa terkait dengan 1 Desember,” ujar Paulus.

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw (kiri) menyalami anggota TNI di sela-sela upacara apel gabungan di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua. Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Paulus menuturkan belajar dari kasus sebelumnya, pihaknya sudah memetakan titik rawan jelang HUT OPM. Konsentrasi pengamanan akan dilakukan di Kabupaten Mimika, karena ada informasi bahwa aka nada gangguan keamanan di wilayah pertambangan PT Freeport.

"Berdasarkan konflik yang terjadi di beberapa daerah seperti Kota Jayapura, Wamena, dan Timika, saya pikir, kami mau jaga dengan sungguh-sungguh kondisi keamanan di wilayah Papua,” jelas Paulus.

“Timika menjadi sasaran utama kami untuk melakukan pengamanan, karena sesuai dengan informasi yang kami dapat bahwa mereka akan melakukan gangguan keamanan di sekitar perusahaan PT Freeport,” tutur Paulus.

kumparan post embed