Polisi Tangkap 9 Orang Terduga Teroris di 4 Provinsi

Polisi melakukan operasi penindakan serentak di berbagai kota di Indonesia untuk memberantas terorisme pada Selasa (24/10). Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rikwanto, menyebutkan dalam operasi itu polisi berhasil mengamankan 9 orang tersangka terorisme.
"Pertama di wilayah Sulawesi Selatan di Desa Timampu, Kecamatan Towuti, Luwu Timur, telah dilakukan penangkapan terhadap seorang laki-laki dengan identitas Bakri alias Bakri Baroncong alias Aslam alias Pak Nur," ungkap Rikwanto dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/10).
Rikwanto menyebutkan, penangkapan tersebut berkaitan dengan bom di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan tahun 2012 lalu.
Kemudian kedua, polisi menangkap 5 orang tersangka teroris di wilayah Pekanbaru, Riau. Rikwanto menerangkan kelima tersangka ditangkap di lokasi berbeda.
Awalnya, pukul 06.00 WIB polisi menangkap Yoyok Handoko alias Abu Zaid. Yoyok diduga sebagai salah satu yang ikut dalam aktivitas terorisme di Kabupaten Kampar, Riau. Yoyok juga mengikuti pelatihan menembak di Jambi serta ikut merencanakan aksi teror dengan sasaran kantor polisi di Pekanbaru.
Kemudian, polisi menangkap Wawan alias Abu Afif dilakukan di Jalan Kopkar Raya, Perumahan Pandau Permai, Pekanbaru, pada pukul 07.15 WIB. Wawan diduga sebagai amir JAD Pekanbaru, memimpin baiat di Bukit Gema, memotivasi jaringan untuk menyerang kantor polisi, serta mengetahui adanya pelatihan membuat bom dan menembak di Jambi.
"Selanjutnya, pada pukul 07.15 WIB, telah dilakukan penangkapan seorang terduga teroris dengan identitas Beni Samsu Trisno alias Abu Ibrohim di Jalan Kopkar Raya, Perumahan Gading Permai," tambah Rikwanto.
Pada pukul 10.30 WIB, polisi menangkap Handoko alias Abu Buchori yang juga diduga terlibat dalam kegiayan di Bukit Gema. Sementara, tersangka terakhir, Nanang Kurniawan alias Abu Aisha yang ditangkap polisi pada pukul 12.30 WIB.
Daerah selanjutnya adalah Jawa Tengah. Pada pukul 07.15 WIB, polisi menangkap Muhammad Khorudin di Jalan Sapen, Sukorejo, Kendal. Khoirudin diduga merupakan penyandang dana kelpmpok Hendro Fernando yang terkait dengan MIT Poso pada periode 2015-2016.
"Pada pukul 11.00 WIB, juga telah dilakukan penangkapan terhadap tersangka Hasby di Jalan Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah," tambahnya.
Kemudian yang terakhir, polisi menangkap Hendrasti Wijanarko di Jalan Raya Ponorogo-Pacitan, Jawa Timur. Wijanarko diduga merupakan anggota grup telegram 'Warkop', yang di dalamnya juga terdapat Bahrun Naim dan Khafid Fathoni serta anggota/simpatisan Daulah Islamiyah.
Rikwanto mengatakan, Wijanarko juga diketahui merupakan orang yang membantu pernikahan Nur Solikin dan Dian Yulia Novi, pelaku rencana bom bunuh diri di Istana Negara pada tahun 2016 lalu.
"Pada saat proses pernikahan pelaku rencana bom bunuh diri Istana Negara melalui media sosial, mereka membuat grup telegram/medsos tersendiri yang bernama 'Kulak Tahu' yang didalamnya juga terdapat Bahrun Naim dan Hendrasti Wijanarko," jelas Rikwanto.
