Polisi Tangkap Pelaku Mutilasi Wanita di Bekasi Bersama Teman Wanitanya

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi (kiri) dan Kabiddokkes Polda Metro Jaya Kombes Hery Wijatmoko (kanan) di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (31/12). Foto: Jonathan Devin/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi (kiri) dan Kabiddokkes Polda Metro Jaya Kombes Hery Wijatmoko (kanan) di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (31/12). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Polisi mengungkap awal mula penangkapan MEL (34), terduga pelaku mutilasi wanita dalam sebuah indekos di kawasan Tambun, Bekasi. Dia diamankan bersama beberapa orang lainnya.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengatakan, penangkapan itu dilakukan sesaat pihaknya menemukan dua boks kontainer yang berisi potongan tubuh korban.

"Pada saat kita geledah (indekos) tidak ada itu tersangkanya. Tim keluar dari kos-kosan. Ada mobil yang tiba-tiba datang itu kabur," ujar Hengki di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (31/12).

Kemudian, pihaknya langsung melakukan pengejaran terhadap mobil tersebut. Di dalam mobil itu, rupanya ditemukan MEL dan beberapa orang lainnya.

Namun, Hengki belum dapat memastikan keterlibatan sejumlah orang lain yang bersama terduga pelaku. Pendalaman masih perlu dilakukan.

kumparan post embed

"Akhirnya didapati beberapa orang termasuk tersangka ada wanitanya juga. Kita sedang dalami," katanya.

Sebelumnya, penemuan mayat itu berawal dari adanya seorang laki-laki yang dilaporkan hilang. Dari informasi yang didapat, laki-laki tersebut diketahui berada pada sebuah indekos di wilayah Tambun.

Di lokasi itu rupanya ditemukan mayat perempuan dalam kondisi termutilasi dan disimpan dalam boks kontainer. Orang hilang itu diduga merupakan pelaku mutilasi.

Potret container box berisi mayat perempuan tanpa identitas yang ditemukan di sebuah rumah kontrakan di Kampung Buaran RT 01/12, Desa Lambangsari, Tambun Selatan, Bekasi dalam kondisi termutilasi. Foto: Dok. Istimewa

Dari hasil autopsi yang dilakukan tim forensik, didapati bahwa jasad korban dipotong menggunakan gergaji listrik.

"Informasinya, hasil penyelidikan kita dipotong menggunakan gergaji listrik," ujar Hengki.

Hengki mengungkapkan, dugaan itu muncul dari hasil penyelidikan pada tulang korban. Di mana, tulang korban terlihat bergerigi.

"Ada beberapa hal yang identik dengan hasil penyelidikan kita, misalnya bahwa ini tidak dipotong dengan menggunakan golok. Ternyata benar dari kedokteran forensik awal ternyata kita lihat tulangnya bergerigi," jelas dia.