Polisi Tangkap Pelaku Penembakan Tiga Mahasiswa Keturunan Palestina di AS

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polisi menggeledah sebuah rumah setelah seorang pria bersenjata menembak dan melukai tiga mahasiswa keturunan Palestina di Burlington, Vermont, AS, Minggu (25/11/2023). Foto: Courtesy Wayne Savage/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Polisi menggeledah sebuah rumah setelah seorang pria bersenjata menembak dan melukai tiga mahasiswa keturunan Palestina di Burlington, Vermont, AS, Minggu (25/11/2023). Foto: Courtesy Wayne Savage/Reuters

Kepolisian menangkap terduga pelaku penembakan tiga mahasiswa keturunan Palestina di Vermont, Amerika Serikat. Diduga aksi Jason Eaton didorong oleh tindakan kebencian.

Laporan sejumlah media AS, Eaton ditangkap oleh Kepolisian Burlington pada Minggu (26/11).

Tiga korban penembakan Eaton teridentifikasi sebagai Hisham Awartani, Kinnan Abdalhamid, dan Tahseen Ahmed. Insiden tersebut terjadi pada Sabtu (25/11) pagi di dekat kampus Universitas Vermont.

Jason J. Eaton (48) tersangka penembakan tiga mahasiswa keturunan Palestina di Burlington, Vermont, AS, Senin (27/11/2023). Foto: Burlington Police Department/Reuters

Para korban merupakan mahasiswa dari berbagai kampus yang sedang berkumpul untuk merayakan Thanksgiving.

Saat ini ketiga orang korban sedang dirawat di rumah sakit. Belum diketahui apakah ada korban yang nyawanya terancam akibat penembakan itu.

Kepala Kepolisian Burlington, Jon Murad, menyebut saat ini fokus investigasi adalah untuk membuktikan motif kebencian di balik penembakan tersebut.

Hisham Awartani, Kinnan Abdel Hamid dan Tahseen Ahmed, tiga mahasiswa keturunan Palestina yang ditembak di dekat Universitas Vermont di Burlington pada 25 November 2023. Foto: Awartani family/Reuters

"Ada indikasi penembakan ini didorong oleh aksi kebencian adalah sangat mengerikan dan itu yang sedang kami prioritaskan," ujar Murad seperti dikutip dari Al-Jazeera.

Keluarga korban telah merilis desakan kepada kepolisian untuk menginvestigasi kasus sebagai tindakan kebencian.

"Kami perlu memastikan bahwa anak-anak kami dilindungi dan aksi kriminal keji ini tidak terulang, tidak ada keluarga yang mau bertahan pada rasa sakit dan kesengsaraan ini," ujar pernyataan bersama keluarga korban.