Polisi Tangkap Pelaku Teror Foto Alat Kelamin ke Perempuan Asal Surabaya

18 Mei 2024 15:49 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
NR (27) warga Surabaya saat melapor ke Polda Jatim atas kasus teror selama 10 tahun. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
NR (27) warga Surabaya saat melapor ke Polda Jatim atas kasus teror selama 10 tahun. Foto: Dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Polisi menangkap seorang pria bernama Adi Pradita atas kasus teror terhadap seorang wanita berinisial NR pada Jumat (17/5) malam. Adi meneror korban sejak 2014 atau 10 tahun lamanya.
ADVERTISEMENT
Kasus ini pertama kali mencuat setelah korban N menceritakan pengalaman pahitnya itu diteror Adi di media sosial.
"Kami sudah menerima laporan dari inisial N yang saat ini sudah kita lakukan pemeriksaan dan terduga sudah kami amankan pada pukul 19.00 WIB," kata Kasubdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Charles P Tampubolon saat dikonfirmasi, Sabtu (18/5).
"Kami mengamankan yang bersangkutan di rumahnya," tambahnya.
Saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku.

10 Tahun Diteror, Dikirim Foto Kelamin

NR (27) warga Surabaya saat melapor ke Polda Jatim atas kasus teror selama 10 tahun. Foto: Dok. Istimewa
NR, seorang wanita di Surabaya, mengaku diteror oleh teman SMP selama 10 tahun, tepatnya sejak 2014 lalu. Teror tersebut berupa pesan post a picture (PAP) alat kelamin hingga terobsesi menjadi kekasihnya NR.
Pengalaman NR ini menjadi sorotan usai di mengunggahnya di akun X pada Rabu (15/5).
ADVERTISEMENT
Berikut unggahan NR:
"Bener-bener kuwesel ya allaahhh 10 tahun aku di obsesi Adi Pradita arek SMPN 34 Surabaya. konco sak kelas sing ngiro aku baper ambek de e pdahal aku ancen extrovert dan peduli nang arek kelas. kesel di ganggu 10 tahun orepku. (Benar-benar lelah Ya Allah 10 tahun akun dijadikan bahan obsesi dia teman SMP yang mengira saya terbawa perasaan terhadap dirinya. Padahal saya memang extrovert dan peduli terhadap teman kelas. Lelah diganggu hidupku selama 10 tahun)," tulis NR di akun X nya.
Gadis yang pernah jadi penyiar radio swasta ini menduga pelaku terobsesi karena ia pernah berbuat baik kepadanya pada saat masa sekolah silam. Namun, kebaikan NR diduganya disalahartikan oleh pelaku bahwa korban suka kepadanya.
ADVERTISEMENT
Berawal ketika NR dan Adi masih sama-sama sekolah di SMP pada 2014 lalu. Saat itu, NR melihat Adi berdiam diri di kelas ketika jam istirahat.
"Adi kan pendiam di sekolah. Suatu ketika, dia tak ajak ngobrol 'nggak ke kantin ta?' Dijawab Adi 'nggak ada uang saku'. Aku kasih uang Rp 5 ribu untuk Adi jajan, tanpa ada maksud apa-apa. Dari situlah dia neror-neror saya," ujar NR kepada kumparan, Sabtu (18/5).
Menurut NR, hal itu tidak hanya dilakukannya pada Adi. Namun juga kepada rekannya yang lain.
Cuitan pelaku teror pelecehan seksual terhadap perempuan asal Surabaya. Foto: Dok. Istimewa
Sementara Adi, menganggap perlakuan NR itu hal istimewa dan merasa dia bisa menjalin hubungan asmara dengan NR. Adi mulai mencoba menghubungi NR lewat sosial medianya, hingga membuat tweet seperti dia sudah menjadi kekasih NR.
ADVERTISEMENT
Teror tersebut pun hingga Adi berani mendatangi rumah NR dengan memberikan jam tangan mati serta sepucuk surat cinta. Bahkan sampai mengintai rumah NR pada malam hari.
Pada tahun 2018, Adi juga mengirim foto alat kelaminnya melalui pesan di sosial media NR.
"Dia mulai ganggu-ganggu lewat DM di twitter dengan kirim PAP itu (alat kelaminnya) pada tahun 2018. Dan dia terobsesi melihat foto-fotoku dijadikan bahan fantasinya dan dia mengakui. Sayangnya nggak banyak aku screenshot bukti-buktinya," kata dia.
NR lalu menceritakan itu ke rekan-rekannya. Ia lalu diminta melaporkan hal itu ke kepolisian.
Laporan tersebut telah diterima dengan nomor: LP/B/254/V/2024/SPKT/POLDA JAWA TIMUR 2024. Adi langsung ditangkap tak lama usai laporan tersebut.