Polisi Tangkap Pria yang Ancam Bakar Warung di Sumut Gara-gara 'Uang Keamanan'
ยทwaktu baca 2 menit

Polisi menangkap B, pria yang mengancam membakar warung kelontong di Jalan Medan-Binjai, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang. Ancaman itu disampaikan B karena pemilik warung menolak memberikan 'uang keamanan'.
Kapolsek Sunggal, Kompol M Yunus Tarigan, mengatakan B ditangkap di kediamannya di Jalan Pasar Lama, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, pada Selasa (14/4) siang.
"Dalam waktu singkat, pelaku dapat diamankan dari rumahnya oleh tim opsnal Polsek Sunggal untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," kata Yunus saat dikonfirmasi.
Kini B dibawa ke Polsek Sunggal untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Cerita Pemilik Warung
B beraksi pada Minggu (12/4) lalu. Aksi B terekam CCTV dan videonya beredar luas di media sosial.
Ibrahim (54 tahun), pemilik kedai tersebut mengatakan B meminta iuran keamanan kepada dirinya sebesar Rp 250.000 untuk lima bulan ke depan.
Padahal Ibrahim telah membayar iuran sebelumnya pada bulan Januari hingga Juni dengan total Rp 180.000.
"Jadi dia mau minta keamanan per bulan. Sekalian mau ambil untuk lima bulan dari bulan April hingga bulan September. Bulan Januari sampai Juni sudah bayar dengan total Rp 180.000. Tapi ini minta lagi," kata Ibrahim saat ditemui di kedainya, Selasa (14/4).
Ibrahim menuturkan, pria tersebut mengancam kedainya akan dibakar jika tidak membayar uang iuran untuk lima bulan ke depan. Pria berinisial B pun kemudian menyirami bensin di area kedainya.
"Dia enggak mau karena aku enggak kasih uang yang dia minta. Diambil bensin dari mana, itu disiram mau dibakar. Dia sudah ambil korek, sudah siap (mau bakar), sudah dikoyaknya plastik," ujar Ibrahim.
Lalu, B juga mengancam menggunakan pisau dan warga sekitar pun melerai. Kemudian, Ibrahim memberikan uang Rp 50.000 untuk uang keamanan pada bulan ini, agar B tidak berbuat anarkis lagi.
"Dia pegang pisau, dia mau nusuk aku. Gara-gara itulah dia ngamuk, marah, enggak kasih uang. Ada warga yang melerai, akhirnya dia diam. Kita juga kasihlah Rp 50.000 untuk bulan ini, barulah dia tenang. Kalau enggak, dia tetap sama mau mengancam terus," ucap Ibrahim.
Ibrahim menuturkan, uang keamanan tersebut dinilai menyusahkan dirinya karena keuntungan hasil jualan kedai kelontongnya tidak banyak walaupun ia buka kedainya selama 24 jam.
