Polisi Telusuri Hubungan Pembunuh Berantai di Bogor dengan Wanita Lain

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro (tengah) menunjukkan barang bukti tas ransel yang digunakan pelaku saat gelar perkara kasus pembunuhan berantai di Mapolresta Bogor Kota, Kapten Muslihat, Bogor, Jawa Barat, Kamis (11/3/2021). Foto: Arif Firmansyah/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro (tengah) menunjukkan barang bukti tas ransel yang digunakan pelaku saat gelar perkara kasus pembunuhan berantai di Mapolresta Bogor Kota, Kapten Muslihat, Bogor, Jawa Barat, Kamis (11/3/2021). Foto: Arif Firmansyah/ANTARA FOTO

Pelaku pembunuhan berantai di Bogor yang menewaskan 2 perempuan sudah ditangkap polisi. Pada keterangan awal, pembunuh berantai yang bernama Rian ini mengaku membenci perempuan.

Untuk itu, polisi akan menelusuri dan mempelajari bagaimana hubungan Rian dengan rekan perempuannya yang lain.

"Secara scientific kita akan kembangkan hal tersebut dan kami juga berusaha untuk mengkonstruksi bagaimana masa lalu daripada tersangka ini. Hubungan pertemanan, hubungan tersangka dengan teman-teman wanitanya, hubungan dengan keluarganya," ucap Kapolresta Bogor, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, Sabtu (13/3).

Kapolresta Bogor Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro di RSUD Bogor usai bus pembawa pasien corona terguling di Tol Jagorawi. Foto: Dok. Istimewa

Hal ini dilakukan guna mendapatkan gambaran yang jelas tentang sikap agresif pelaku. Sebab, polisi juga mendapat keterangan bahwa Rian awalnya takut melakukan hal tersebut.

Namun, timbul keberanian sehingga terjadilah pembunuhan.

"Tersangka ini awalnya panik takut. Tetapi setelah satu minggu, timbul keberanian lagi yang dia tidak bisa tahan. Sampai akhirnya dia perjanjian lagi dengan korban kedua. Kemudian melakukan kekerasan terhadap korban kekerasan terhadap korban yang kedua," ucap Susatyo.

Dua korban yang dibunuh Rian adalah Diska Putri (17). Jasadnya ditemukan di sebuah hotel di kawasan Puncak pada 25 Februari lalu. Rian bertemu Diska dengan cara BO (booking order).

Sementara korban kedua adalah Elya Lisnawati (25). Elya juga dibunuh Rian di lokasi yang sama dengan Diska. Yang membedakan adalah kamar untuk membunuh Diska dan Elya.