Polisi Tembak 2 Pembobol Rekening di Bandung dengan Modus Ganjal ATM

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pelaku tindak pencurian dengan modus ganjal ATM di Bandung, dihadirkan saat rilis di Mapolrestabes Bandung, Kamis (8/10). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pelaku tindak pencurian dengan modus ganjal ATM di Bandung, dihadirkan saat rilis di Mapolrestabes Bandung, Kamis (8/10). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Empat pelaku berinisial AM, AI, AR, dan AS ditangkap polisi lantaran melakukan tindak pencurian dengan modus mengganjal mesin ATM. Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya menjelaskan, modus ini terungkap di dua lokasi yakni di kawasan dr. Djunjunan dan Cijambe.

Ulung mengatakan, dua orang pelaku mulanya masuk ke dalam ATM dengan terlebih dahulu menyiapkan tusuk gigi sebagai alat untuk mengganjal. Korban kemudian mencoba memasukkan kartu ATM-nya namun gagal. Seorang pelaku lalu datang seakan hendak memberi bantuan padahal menukar kartu ATM korban dengan kartu lain yang telah disiapkan.

"Pelaku akan seolah membantu dan menukar ganjal ATM-nya, pada saat itu kartu ATM-nya sudah ditukar pelaku, kemudian ada pelaku lain di belakangnya dan melihat nomor pin kemudian ditulis," kata dia di Mapolrestabes Bandung, Kamis (8/10).

Barang bukti pencurian dengan modus ganjal ATM di Bandung, dihadirkan pada rilis di Mapolrestabes Bandung, Kamis (8/10). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Pelaku melarikan diri usai melakukan aksinya. Setelah diselidiki, polisi berhasil mengendus mereka. Ada dua pelaku yang diberi tindakan tegas dengan ditembak pada bagian kaki kanannya. Dalam aksi itu, pelaku berhasil menggondol uang puluhan juta.

"TKP di Jalan Djundjunan itu sebanyak Rp 25 juta sudah diambil, dan di Cijambe sebanyak Rp 30 juta," ucap dia.

Ulung menambahkan, baru ada dua lokasi yang berhasil diungkap. Polisi masih melakukan pengembangan untuk mengungkap ada atau tidaknya korban lain akibat aksi para pelaku. Sebab diketahui pelaku melakukan aksinya tak hanya di Bandung tapi juga di kota lain seperti Bali, Tangerang, hingga Banten.

"Baru dua kasus ini, dan kami masih melakukan pengembangan. Sambil menunggu apakah ada korban lainnya tentang penipuan," kata dia.