Polisi Tembak Demonstran Penculikan Anak Albino di Madagaskar, 19 Orang Tewas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi penembakan. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penembakan. Foto: Shutter Stock

Aparat keamanan menewaskan 19 orang dan mencederai 21 lainnya dalam penembakan terhadap pengunjuk rasa yang memprotes kasus penculikan seorang anak albino di Madagaskar.

Penembakan tersebut terjadi di Ikongo. Kota itu terletak 330 kilometer dari tenggara ibu kota Madagaskar. Pihak berwenang mengonfirmasikan insiden tersebut pada Selasa (30/8).

Petugas medis melaporkan, sembilan orang tewas di tempat. Sementara itu, lima orang lainnya tewas saat tiba di rumah sakit. Sembilan korban terluka sempat melewati kondisi kritis.

Polisi mengabarkan, situasi telah kembali tenang di Ikongo. Pihak berwenang mengaku menawarkan kompensasi finansial kepada keluarga korban jiwa dalam penembakan.

"19 orang kehilangan nyawa dan 21 lainnya luka-luka dan masih dirawat," bunyi pernyataan polisi, dikutip dari AFP, Selasa (30/8).

Albino di Tanzania. Foto: REUTERS/Carlo Allegri

Anggota parlemen Madagaskar, Jean-Brunelle Razafintsiandraofa, mengungkap kejadian tersebut. Dia menerangkan, massa yang marah awalnya berkumpul di luar kantor polisi.

Kerumunan itu menuntut pembebasan empat tahanan yang ditangkap pada Minggu (28/8). Keempat tersangka tersebut dicurigai menculik seorang anak albino dan membunuh ibunya.

Mengangkat pisau dan parang, sekitar 500 pengunjuk rasa lantas berniat 'menangani' para tahanan. Polisi kemudian menembakkan granat asap untuk membubarkan kerumunan.

"Ada negosiasi, penduduk desa mendesak," ujar seorang petugas yang merahasiakan namanya.

Perempuan dengan albino, Nastya Kumarova Foto: Pinterest

"Mereka terus memaksa masuk. Kami tidak punya pilihan selain membela diri," tambah dia.

Anak-anak albino kerap diculik di sejumlah negara Afrika. Para pelaku meyakini bahwa mereka dapat digunakan untuk ritual yang membawa keberuntungan dan kekayaan.

Kendati demikian, otoritas belum mengetahui motif dalam kasus teranyar itu. Penculikan tersebut terjadi pada pekan lalu. Hingga kini, anak itu belum ditemukan.