Polisi Terima Telepon Misterius soal Penembakan di Gedung Kongres AS Capitol
ยทwaktu baca 2 menit

Polisi mengkonfirmasi tidak ada ancaman keamanan di gedung Kongres Amerika Serikat (US Capitol) setelah adanya panggilan telepon misterius yang melaporkan soal penembakan.
Panggilan telepon yang sebelumnya sempat melaporkan ada kemungkinan penembak aktif di area kompleks Capitol Hill ini disebut panggilan palsu, pada Rabu (2/8).
Dikutip dari Reuters, Kepala Kepolisian Capitol AS Thomas Manger mengatakan pihaknya tidak menemukan keberadaan penembak aktif atau aktivitas mencurigakan di area pemerintahan vital ini.
"Saya pikir pada saat ini kami dapat mengatakan bahwa kami tidak menemukan konfirmasi adanya penembak aktif dan ini mungkin merupakan panggilan palsu," ujar Manger.
Manger menambahkan, sebelumnya Departemen Kepolisian Metropolitan Washington menerima panggilan telepon yang melaporkan adanya penembakan. Pihaknya mencoba menghubungi kembali nomor tersebut tetapi tidak berhasil.
Setelah menerima laporan dari panggilan misterius itu, sekitar 200 petugas keamanan dikerahkan untuk mengamankan tiga gedung kantor Senat yang berdekatan dengan Capitol di Constitution Avenue.
Polisi juga menyuruh orang-orang yang berada di dalam gedung kantor Senat untuk berlindung di tempat. Kemudian, setelah sekitar 90 menit melakukan investigasi, polisi memberikan izin untuk para karyawan di tiga gedung perkantoran Senat untuk kembali bekerja.
Manger menjelaskan, polisi tidak menemukan adanya indikasi orang mencurigakan di sekitar lokasi.
Sebenarnya, saat ini Senat sedang dalam masa reses musim panas. Sehingga, sebagian besar anggota parlemen tidak sedang berada di Washington. Namun, kantor-kantor Kongres tetap beroperasi โ masih ada staf pekerja di kantin Senat, kedai kopi, pos keamanan, dan staf perawatan gedung.
Adapun polisi menerima panggilan palsu ini sehari sebelum eks Presiden AS Donald Trump dijadwalkan hadir di gedung pengadilan federal yang terletak tidak jauh dari Capitol.
Dalam dakwaannya yang ketiga di tahun ini, Trump harus menghadap pengadilan atas tuduhan percobaan untuk membatalkan pemilu 2020 โ ketika dia kalah dari Presiden Joe Biden.
Mengantisipasi kedatangan Trump, keamanan di sekitar gedung-gedung pemerintahan pun ditingkatkan.
"Kami sudah siap untuk besok. Kami telah bekerja sama dengan lembaga-lembaga mitra kami sebagai persiapan jika dakwaan benar-benar terjadi," ujar Manger.
