Polisi Tetapkan 1 Tersangka Baru Kasus Crazy Rich Wahyu Kenzo

13 Maret 2023 18:46 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Dirmanto. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Dirmanto. Foto: Dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Polisi kembali menetapkan satu orang tersangka dalam kasus penipuan investasi robot trading Auto Gold Trade (ATG) milik crazy rich Surabaya, Dinar Wahyu Saptian Dyfrig alias Wahyu Kenzo.
ADVERTISEMENT
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Dirmanto, mengatakan penetapan satu orang tersangka berinisial RE ini merupakan hasil pemeriksaan dua saksi sebelumnya.
"Penyidik melakukan pemeriksaan terhadap dua saksi yaitu berinisial RR dan RE. Kemudian dari dua orang tersebut salah satu di antaranya yaitu RE dinaikkan statusnya dari saksi menjadi tersangka," ujar Dirmanto kepada wartawan, Senin (13/3).
Dirmanto menyampaikan, peran RE merupakan seorang marketing di ATG milik Wahyu Kenzo tersebut.
Wahyu Kenzo. Foto: Instagram/@wahyukenzo88
"Karena RE ini adalah marketing dari pada robot trading ATG," ucapnya.
Lebih lanjut, Dirmanto menjelaskan bahwa satu saksi lainnya yang merupakan rekan RE masih menjalani pemeriksaan.
"RR ini sementara masih kita periksa sebagai saksi. Di mana yang bersangkutan ini kan satu kantor dengan saudara RE dan Wahyu Kenzo," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Dirmanto mengungkapkan, penyidik berencana akan memeriksa istri Wahyu Kenzo besok, Selasa (14/3).
"Kemudian rencana tindak lanjut bahwa besok rencana hari Selasa tanggal 14 Maret 2023 akan melakukan pemeriksaan kembali terhadap beberapa saksi di antaranya adalah istri daripada tersangka Wahyu Kenzo," ungkapnya.
Saat ini, sudah ada sekitar tiga orang saksi yang telah diperiksa buntut dari kasus penipuan investasi robot trading oleh Wahyu Kenzo.
"Saksi termasuk para tersangka ini sekitar 3 orang. Kemudian Polri terus melakukan tracing pelacakan terhadap aset-aset yang dimiliki oleh Wahyu Kenzo yang merupakan hasil tindak pidana ATG," pungkasnya.