Polisi Tunisia Serbu Show Stand Up Comedy yang Berisi Kritik Presiden
·waktu baca 2 menit

Aparat kepolisian Tunisia dilaporkan telah menyerbu sebuah pertunjukan stand-up comedy yang melontarkan lelucon soal Presiden Tunisia saat ini, Kais Saied.
Peristiwa itu terjadi di Teater Sidi Mansour, Kota Sfax, pada Minggu (7/8).
Polisi mulai berdatangan usai salah seorang komedian terkenal di negara itu, Lotfi Abdelli, melawak soal pertentangannya terhadap Saied yang dituding memperoleh kekuatan diktator.
Situasi mulai ramai saat sekitar 10.000 penonton yang hadir saat itu meneriakkan dukungan kepada Abdelli, dan polisi berusaha untuk menyeretnya dari panggung.
Menurut laporan media setempat, masalah muncul usai Abdelli mengacungkan jari tengahnya di panggung saat berbicara soal polisi, partai politik, dan Saied.
“Mulai live streaming dan rekam video!” ujar Abdelli kepada kerumunan, seperti dikutip dari The New Arab.
Polisi mencegah wartawan untuk merekam insiden tersebut dan memaksa mereka untuk mundur.
“Oh Kais (Saied) bangun dan lihat apa yang terjadi di negaramu,” sambung Abdelli, tidak mau kalah.
Pasukan polisi dipukul mundur dari Teater Sidi Mansour oleh kerumunan massa yang berupaya untuk melindungi Abdelli. Keributan semakin menjadi-jadi dan Abdelli tidak ditangkap.
Seorang produser Abdelli, Mohamed Boudhina, mengaku dipukuli oleh aparat kepolisian saat mencoba melindungi Abdelli bersama kerumunan lainnya.
“Saya telah menjadi korban upaya pembunuhan,” kata Boudhina, dalam sebuah wawancara dengan stasiun radio Mosaique FM pada Senin (8/8).
Terkait insiden tersebut, pihak Kementerian Dalam Negeri Tunisia ikut buka suara.
Dalam sebuah pernyataan resmi, pihaknya mengaku adanya ketegangan antara polisi dan Abdelli di acara tersebut. Namun mereka menyalahkan lelucon sang komedian.
“Penting untuk dicatat bahwa komedian yang disebutkan di atas melakukan tindakan yang tidak etis terhadap pasukan keamanan yang menciptakan ketegangan di antara mereka yang hadir di tempat kejadian,” bunyi pernyataan tersebut.
Kementerian Dalam Negeri Tunisia menambahkan, permintaan untuk penyelidikan resmi atas insiden tersebut telah diajukan dan penyelidikan internal tambahan diluncurkan, di dalam Inspektorat Umum kementerian.
Menyusul peristiwa keributan itu, Lotfi Abdelli membatalkan semua pertunjukannya di masa mendatang di Tunisia.
Dalam sebuah postingannya di Facebook, ia juga mengumumkan keputusannya untuk meninggalkan Tunisia selama-lamanya.
“Saya pasti akan meninggalkan Tunisia,” kata Abdelli dalam postingan tersebut.
“Anda telah mencuri sedikit harapan yang saya miliki,” sambung dia, merujuk kepada kekecewaannya terhadap pemerintahan Tunisia yang kini berhasil direbut kembali oleh Saied sejak tahun lalu.
