Polisi Ungkap Alasan 4 Anggotanya Bisa Salah Tangkap Ketua NasDem Sumut
·waktu baca 3 menit

Sebanyak 4 polisi dari Polrestabes Medan salah tangkap saat mengejar tersangka judi online yang ingin kabur via Bandara Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (15/10), sekitar pukul 19.25 WIB. Yang ditangkap malah Ketua DPD Partai NasDem Sumatera Utara, Iskandar ST.
Iskandar menjadi korban salah tangkap di dalam Pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GA 193, rute Bandara Kualanamu-Soekarno Hatta. Antara nama tersangka dan Ketua DPD NasDem itu sama.
Bagaimana ceritanya?
"Anggota kami kurang lebih 4 orang dari Polrestabes Medan, melakukan pengecekan terhadap ada pengembangan kasus inisial I, karena yang bersangkutan diduga akan melarikan diri dari wilayah Sumatera Utara," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan saat ditemui di Polda Sumut, Medan, Jumat (17/10).
Sebelum melakukan pengejaran, Ferry mengatakan bahwa personel dari Polrestabes Medan sudah melakukan profiling terhadap tersangka Iskandar yang ditarget.
"Hasil profiling anggota ternyata mereka mendapatkan ada inisial yang sama di manifest pesawat. Maka anggota kami melakukan pengejaran, informasi ke Bandara Kualanamu," ujarnya.
Hasil dari pemeriksaan dan pengecekan, ternyata anggota kepolisian lalai dalam menjalankan tugasnya, yang ternyata Iskandar bukan target yang dicari.
"Ternyata inisial yang kami cari tidak identik atau tidak sama, tidak cocok dengan yang ada di manifest," ucapnya.
"Waktu kejadian tersebut itu dilakukan untuk pengecekan, bukan melakukan penangkapan. Karena surat perintah yang dibawa anggota pun itu adalah surat perintah tugas, jadi bukan surat perintah penangkapan," sambungnya.
Polda Sumut pun meminta maaf atas peristiwa ini.
"Dan ternyata dalam pelaksanaan kegiatannya, yang bersangkutan tersinggung atau kurang berkenan, kami Kepolisian Daerah Sumatera Utara, meminta maaf," katanya.
Ditangkap di Dalam Pesawat
Ketua NasDem Sumatera Utara (Sumut), Iskandar ST menjadi korban salah tangkap polisi di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumut, Rabu (15/10). Aksi salah tangkap itu terjadi saat Iskandar sudah berada di dalam pesawat Garuda GA193 tujuan Jakarta.
Terkait insiden ini, Iskandar melayangkan somasi terbuka.
Dia meminta agar polisi yang bertugas saat kejadian dan pihak-pihak terkait meminta maaf secara terbuka. Menurut Iskandar, dia sudah mempunyai bukti-bukti untuk melakukan proses hukum lebih berlanjut.
"Mereka harus minta maaf, minta maaf secara terbuka karena ini bukti-bukti kita kan ada. Kita bukan orang bodoh, bukan orang nggak tahu hukum," ucapnya.
Hal tersebut dilakukan Iskandar karena menyangkut harga dirinya dan atas tindakan tidak bertanggung jawab oleh pihak kepolisian. Apalagi dia jadi korban salah tangkap atas tuduhan pelaku judi online.
"Pastilah (harga diri), mana boleh gitu, kita kan dipermalukan, polisi itu kan harus profesional, apalagi tadi dituduh judi online pula lagi kan. Ini kan nama orang kan dipertaruhkan" pungkasnya.
Menurutnya apabila kepolisian melakukan penangkapan terhadap seseorang, maka seharusnya melakukan pengecekan lebih mendalam dan tidak melakukan perbuatan yang ceroboh.
"Tapi kan artinya gini, polisi itu harus profesional, menangkap orang itu kan, itu perbuatan besar. Dan harus kan verifikasi-verifikasi yang betul, bila perlu berulang-ulang," jelasnya.
