Polisi Ungkap Anggota Grup Chat yang Mobilisasi Aksi Rusuh: Pelajar-Alumni

Kasatreskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Verdika mengatakan, pihaknya masih mendalami grup chat di media sosial yang diduga digunakan untuk memobilisasi pelajar dalam melakukan aksi kerusuhan.
Verdika mengatakan penyelidikan saat ini masih berfokus pada dugaan mobilisasi pelajar untuk aksi 27 Agustus. Penyidik kini menelusuri identitas anggota hingga peran masing-masing di dalam grup tersebut.
"Saat ini kami mendalami dugaan mobilisasi pelajar terkait aksi 27 Agustus. Belum dapat disimpulkan bahwa mobilisasi serupa terjadi pada setiap aksi," kata Verdika saat dikonfirmasi, Sabtu (26/9).
Berdasarkan informasi awal yang diperoleh polisi, grup tersebut tidak hanya berisi pelajar yang masih bersekolah. Polisi menemukan adanya anggota yang merupakan alumni.
"Informasi awal menunjukkan grup tersebut melibatkan pelajar dan alumni, sehingga tidak seluruhnya masih bersekolah. Identitas admin, jumlah anggota, serta peran masing-masing masih kami verifikasi," ujarnya.
Hingga kini, polisi masih melakukan verifikasi untuk mengetahui identitas admin, jumlah anggota, serta peran masing-masing orang yang berada di dalam grup tersebut.
Sebelumnya, Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota menangkap F alias Batak pada Kamis (24/9) sekitar pukul 04.30 WIB. Berdasarkan hasil penyidikan, F berperan sebagai mobilisator dengan mengirimkan pesan ajakan kepada pelajar untuk mengikuti aksi yang mengarah pada kekerasan di Kota Bekasi dan Jakarta.
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Verdika Bagus Prasetya mengatakan, ajakan tersebut dikirim melalui akun media sosial @panjatek400bob ke grup bernama SMK Se-Bekasi Bersatu. Percakapan di dalam grup juga membahas lokasi berkumpul dan rencana pergerakan peserta.
“Tersangka mengirimkan pesan untuk mengajak dan menggerakkan pelajar mengikuti aksi. Komunikasi itu dibangun untuk menghimpun peserta sekaligus mengarahkan pergerakan mereka,” kata Verdika.
