Polisi Ungkap Penculikan Jesslyn: Dibawa oleh Orang-orang Suruhan Ibunya

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Atlet Golf Jesslyn Wijaya. Foto: Instagram/ @jesswijgolf
zoom-in-whitePerbesar
Atlet Golf Jesslyn Wijaya. Foto: Instagram/ @jesswijgolf

Polres Metro Jakarta Pusat mengungkap fakta baru terkait dugaan penculikan atlet golf Jesslyn Wijaya. Informasi terbaru yang diterima polisi, Jesslyn dibawa oleh orang-orang suruhan ibunya saat meninggalkan Indonesia.

"Kita tahu, sudah tahu. Ada orang-orang yang disuruh oleh ibunya, ibunya Jesslyn yang suruh. Nah, sekarang kita tinggal bagaimana penerimaan Jesslyn terhadap kegiatan atau peristiwa tersebut," ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jumat (31/7).

Roby mengatakan, polisi menerima informasi mengenai jejak Jesslyn sebagai berikut; dari lokasi 'penculikan' di kawasan Sawah Besar, Jakpus, lalu ke Semarang, Malaysia, dan berakhir di Bangkok Thailand.

Jesslyn kami dapat informasi dia mulai dari TKP, terus kemudian ke Semarang. Kemudian naik pesawat dari Bandara Ahmad Yani ke Malaysia, lanjut ke Bangkok. Itu bersama dengan ibunya dan tantenya,"

Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat AKBP Roby Heru Saputra saat konferensi pers di Polres Jakarta Pusat, Senin (29/6/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Ia mengatakan, keberadaan Jesslyn, diterima polisi dari sebuah video testimoni. Namun hingga kini polisi masih meminta komunikasi lewat video call dengan Jesslyn, untuk mencari tahu apakah ia dibawa paksa atau pergi secara sukarela.

"Untuk keberadaannya, ya, sudah ada video testimoni. Namun, kami masih meminta untuk komunikasi langsung by Zoom meeting atau melalui video call kepada Jesslyn. Kita jadwalkan hari ini sudah bisa berhubungan atau bersentuhan langsung dengan Jesslyn yang sedang berada di luar negeri melalui Zoom meeting dan video call," ungkap Roby.

Kasus ini bermula dari laporan dugaan penculikan Jesslyn saat menghadiri perayaan ulang tahun neneknya di sebuah restoran di kawasan Mangga Besar, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Menurut kuasa hukum keluarga, korban diduga dibawa paksa oleh lima pria dan sejak saat itu tidak dapat dihubungi oleh keluarga maupun teman-temannya.