Polisi Ungkap Penyebab Meninggalnya Surakman, Kru Kapal 5 Wartawan yang Hilang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polisi bersama kerabat memasukkan peti jenazah anak buah kapal (ABK) Arupadhatu 1, Surakman, ke dalam liang lahat di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ki Demang, Kampung Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (24/9/2026). Foto: Putra M. Akbar/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Polisi bersama kerabat memasukkan peti jenazah anak buah kapal (ABK) Arupadhatu 1, Surakman, ke dalam liang lahat di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ki Demang, Kampung Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (24/9/2026). Foto: Putra M. Akbar/ANTARA FOTO

Polisi mengungkap penyebab meninggalnya Surakman (60), kru kapal 5 wartawan yang hilang saat liputan Gunung Anak Krakatau. Surakman teridentifikasi dengan kondisi wajah yang hancur.

"Penyebab kematian karena tenggelam. Masuknya air pada jalan napas. Demikian," ujar Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Imam Wijayanto kepada kumparan, Kamis (24/9).

Saat ditemukan, kondisi jenazah Surakman sudah mengalami pembusukan sehingga sulit dikenali. Sejumlah bagian tubuhnya juga disebut sudah mengalami kerusakan.

"Iya, waktu ditemukan mulai membusuk," ujar Imam.

Untuk diketahui, jenazah Surakman merupakan salah satu kru KM Arupadhatu 1 yang hilang kontak saat membawa lima jurnalis untuk meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.

Hingga kini, dua kru kapal lainnya, yakni Arta dan Heriyanto, serta lima jurnalis masih belum diketahui keberadaannya.

Kelima jurnalis tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis lepas.