Polisi Ungkap Penyebab Ricuh Demo di Monas yang Bikin 93 Mahasiswa Dibawa ke PMJ

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi demo. Foto: Nadia Wijaya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi demo. Foto: Nadia Wijaya/kumparan

Aksi demonstrasi mahasiswa di kawasan Monas, Jakarta Pusat, berujung ricuh pada Rabu (21/5). Akibat kericuhan itu, tujuh anggota Polri dilaporkan terluka, sementara 93 pendemo dan puluhan sepeda motor diamankan oleh pihak kepolisian.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Ipda Ruslan, menjelaskan awal kericuhan tersebut. Ia menyebut massa aksi awalnya bergerak dari kampus Trisakti menuju Jalan Kebon Sirih, lalu berbelok ke Jalan Agus Salim.

“Mobil komando dan beberapa massa aksi kemudian belok kanan ke Jalan Merdeka Selatan dengan melawan arah menuju Balai Kota,” kata Ruslan saat dikonfirmasi, Kamis (22/5).

Ruslan melanjutkan, dua orang mahasiswa yang mengendarai sepeda motor diduga menerobos masuk ke dalam area Balai Kota melalui pintu gerbang. Insiden ini memicu keributan di lokasi.

“Dua orang mahasiswa menggunakan sepeda motor menerobos masuk pintu gerbang Balai Kota sehingga terjadi keributan dan pengeroyokan terhadap 7 anggota Polri,” ujar dia.

Akibat peristiwa itu, tujuh anggota polisi mengalami luka.

Sebelumnya, Hal ini juga dikonfirmasi oleh Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro.

“7 Terluka (anggota polisi),” ujarnya singkat lewat pesan singkat.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP M. Firdaus, menyebut aparat mengamankan total 93 orang pendemo serta 43 unit sepeda motor pascakericuhan.

“93 Orang massa aksi dan 43 unit sepeda motor yang diamankan dan dibawa ke Polda,” ucap Firdaus.

Diketahui, aksi unjuk rasa tersebut digelar oleh mahasiswa Trisakti untuk menuntut penyelesaian dan pengungkapan kasus Tragedi Trisakti 12 Mei 1998.

Penanganan lebih lanjut terhadap pendemo ini dilakukan oleh Subdit Kamneg Polda Metro Jaya.