News
·
3 Mei 2021 16:54

Polisi Wanti-wanti Warga Jangan Buat Konser: Kami Tak Main-main, Tindak Tegas

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Polisi Wanti-wanti Warga Jangan Buat Konser: Kami Tak Main-main, Tindak Tegas (284878)
searchPerbesar
Ilustrasi menonton konser. Foto: Shutter Stock
Beberapa waktu belakangan muncul kerumunan warga di tempat-tempat umum, seperti pasar dan bazar. Setelah di Pasar Tanah Abang, kini muncul kerumunan karena konser musik di Pasar Minggu.
ADVERTISEMENT
Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Azis Andriansyah mengultimatum semua warga untuk tidak melakukan kegiatan yang melanggar prokes. Polisi tak akan main-main menindak semua pelanggaran prokes.
"Kita melarang mudik, melarang kegiatan-kegiatan yang menimbulkan kerumunan namun masih ada orang yang mencoba-mencoba melakukan kegiatan yang menimbulkan kerumunan," kata Azis kepada wartawan, Senin (3/5).
Polisi Wanti-wanti Warga Jangan Buat Konser: Kami Tak Main-main, Tindak Tegas (284879)
searchPerbesar
Kapolrestro Jakarta Selatan, Kombes Azis Andriansyah. Foto: Dok. kumparan
Kita tidak main-main. Ini merupakan peringatan bagi kita semua.
--Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Azis Andriansyah
Azis mengatakan, pandemi COVID-19 masih ada dan belum berakhir. Artinya bahaya dari corona masih ada di mana-mana. Karena itu, Azis meminta semua pihak mendukung program pemerintah.
"Sekali lagi tolong dukung pemerintah untuk menjaga protokol kesehatan sehingga COVID-19 bisa dikendalikan jika perlu bisa musnah dari negeri kita tercinta ini. Tetapi jika ada yang melanggar tentu kita usut tuntas sebagai pembelajaran bagi yang lain," tambah dia.
ADVERTISEMENT
Adanya konser musik di Cibis Park, Pasar Minggu, viral di media sosial. Konser itu digelar pada Sabtu (1/5).
Konser itu muncul secara mendadak. Semula, acara itu hanya berisi bazar UMKM. Sayangnya, acara itu sepi. Karena itu, pengelola meminta salah satu tenant untuk mengelar konser musik untuk menarik perhatian.
Atas peristiwa itu, polisi datang ke lokasi dan memasang garis polisi. Acara langsung diberhentikan. Polisi sudah memeriksa sejumlah pihak, seperti EO hingga pengelola acara.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020