Polisi yang Istrinya Bully Anak Atta-Aurel Diperiksa Propam

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah. Foto: Instagram/@aurelie.hermansyah
zoom-in-whitePerbesar
Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah. Foto: Instagram/@aurelie.hermansyah

Putri Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah, Ameena, dibully dan disebut bodoh serta mengidap down syndrome oleh seorang netizen. Komentar ini membuat Atta dan Aurel berang.

Tak terima anaknya dihina, Atta membongkar sosok pembully Ameena yang ternyata berprofesi sebagai guru dan istri seorang polisi. Video permohonan maaf si penghina ini pun telah diunggah Atta di akun Instagramnya.

Buntut kegaduhan yang dilakukan Ibu Bhayangkari ini menjerat suaminya hingga diperiksa Propam. Diketahui, oknum polisi berpangkat Aiptu berinisial JP itu berdinas di Polsek Kota Payakumbuh, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar).

Kasi Humas Polres Payakumbuh, Iptu Satria Rudi, mengatakan kasus ini telah ditindaklanjuti oleh Propam. Saat ini, dalam tahap proses.

"Sebenarnya hal ini sudah ditangani oleh Propam Polres Payakumbuh, jadi lagi tahap proses. Sekarang, video minta maaf sudah beredar, sudah diupload juga oleh Atta Halilintar," ujar Satria saat dihubungi kumparan, Kamis (15/6).

Satria mengungkapkan, Aiptu JP bertanggung jawab atas perbuatan istrinya yang melakukan penghinaan di media sosial. Sanksi, masih menunggu keputusan pemeriksaan Propam Polres Payakumbuh.

"Sebenarnya bukan anggota ini yang salah, tapi istrinya. Tapi terlepas dari itu, tentunya menjadi tanggung jawab suami. Harusnya anggota ini memberikan nasihat ke istrinya untuk dapat bertingkah laku baik di media sosial. Ini kan lepas kendali," imbuhnya.

Istri Aiptu JP berdomisili di Medan, Sumatera Utara. Hal ini, kata Satria, sehingga membutuhkan waktu dalam penyelidikan ketika kegaduhan ini mencuat.

"Kami pun untuk melakukan penyelidikan dan proses butuh waktu, tempat berjauhan," ungkapnya.

Pesan Kapolres Payakumbuh

Pasca kegaduhan yang dilakukan anggotanya, Kapolres Payakumbuh, AKBP Wahyuni Sri Lestari telah memberikan arahan ke seluruh anggotanya. Arahan ini agar bijak mengunakan media sosial.

Satria menyebutkan, dalam arahan kapolres meminta anggota beserta keluarga jangan samakan terpancing dengan isu provokatif atau hujatan di media sosial. Selektif dalam menyebarkan informasi.

"Ini penyampaian ibu (kapolres) kepada anggota seluruhnya. Tahan jari-jemari agar kamu tidak kebablasan. Dan selalu berhati-hati berbicara di dunia maya, jangan sampai status atau komentar yang diunggah itu menyebarkan kebencian, menyinggung orang lain bahkan menjerat ke ranah hukum," kata Satria menirukan pesan kapolres.

Sebelumnya, Atta memberi penjelasan bahwa orang tua yang anaknya mengidap down syndrome dan autisme tak terima jika sang anak dihujat. Apalagi Atta, yang memiliki anak normal.

"Semua oraang tua akan pedih hatinya, martabatnya ketika anaknya di hina.... Semoga ini jadi pelajaran ya..," ujar Atta.

Kakak Thariq Halilintar itu mengatakan, suami pembully Ameena sudah minta maaf padanya. Namun, ia tetap berharap ke depannya tak ada lagi insiden seperti ini.

"Sampai kapan siklus begini terulang menghina bayi orang dan setelah itu minta maaf.. kalau dilanjut kasihan 2 anak dan suaminya... kalau dibiar nanti apa efek jera buat pelajaran untuk semua pembully anak kecil kedepannya..???" katanya.