Polisi yang Tewas dalam Serangan Teror di Paris Jadi 2 Orang

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Petugas pasang garis polisi di sekitar TKP (Foto: AP Photo/Thibault Camus)
zoom-in-whitePerbesar
Petugas pasang garis polisi di sekitar TKP (Foto: AP Photo/Thibault Camus)

Polisi yang menderita luka karena ditembak oleh pria tak dikenal di kawasan perbelanjaan Champs-Elysees Paris tak berhasil diselamatkan. Ia tewas setelah sebelumnya sempat dilarikan ke rumah sakit.

Reuters melansir, Jumat (21/4), total saat ini ada 3 orang yang tewas dalam insiden tersebut. Dua dari mereka adalah polisi sementara seorang lainnya adalah pelaku.

Sementara itu dikutip dari Associated Press, juru bicara kepolisian Paris, Johanna Primevert, mengatakan, penyerang memang menargetkan polisi yang menjaga kawasan pusat jalan yang populer dengan turis itu. Champ Elysees juga deka dengant stasiun kereta bawah tanah Franklin Roosevelt.

Serangan tersebut terjadi tiga hari sebelum putaran pertama pemungutan suara dalam Pilpres Prancis yang belakangan memang memanas. Polisi meningkatkan pengamanan sebelum pemungutan suara setelah sebelumnya menggagalkan rencana teror. Pada Selasa (18/4) lalu, dua orang diamankan karena mengupayakan serangan teror.

Baca juga: Perwira Polisi Ditembak Orang Tak Dikenal di Paris

Tentara juga berjaga di TKP penembakan (Foto: REUTERS/Benoit Tessier)
zoom-in-whitePerbesar
Tentara juga berjaga di TKP penembakan (Foto: REUTERS/Benoit Tessier)

Insiden tersebut mengingatkan dua serangan yang terjadi baru-baru ini terhadap petugas keamanan di lokasi-lokasi penting di sekitar Paris. Yakni di museum Louvre pada bulan Februari dan di bandara Orly bulan lalu.

Seorang saksi, Ines, mengatakan kepada stasiun televisi Prancis BFM mengatakan, dia mendengar sebuah tembakan dan melihat mayat seorang pria di tanah. Beberapa saat kemudian polisi dengan cepat mengevakuasi area dimana dia bekerja di sebuah toko.

Sebuah stasiun televisi Prancis menyelenggarakan acara televisi dengan 11 kandidat yang mencalonkan diri untuk presiden secara singkat menyela siarannya untuk melaporkan penembakan tersebut.

Tidak ada satupun kandidat yang berkomentar.