Politikus Demokrat: BPIP Jangan Sibuk Pertentangkan Pancasila dan Agama

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi (kanan) berjabat tangan dengan Wakil Ketua Komisi II DPR Arwani Thomafi. Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi (kanan) berjabat tangan dengan Wakil Ketua Komisi II DPR Arwani Thomafi. Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

BPIP memicu polemik dengan lomba karya tulis bertema 'Hormat Bendera Menurut Islam' dan 'Menyanyikan Lagu Kebangsaan Menurut Hukum Islam'. Tema lomba karya tulis tersebut menuai protes dan akhirnya BPIP ganti tema.

Polemik ini juga memicu seruan membubarkan BPIP. Anggota Komisi II Fraksi Demokrat, Anwar Hafid, menyayangkan polemik ini karena seharusnya BPIP tidak mempertentangkan Pancasila dan agama.

"Kami berharap BPIP sebenarnya sebagai wadah pembinaan ideologi Pancasila fokus pada internalisasi nilai-nilai Pancasila, bukan justru sibuk berkontroversi mempertentangkan Pancasila dengan agama," ujar Anwar saat dimintai tanggapan, Rabu (18/8).

Ketua DPD Demokrat Sulawesi Tengah ini berpandangan Pancasila tidak bisa dipertentangkan dengan agama.

kumparan post embed

"Karena menurut saya inti Pancasila adalah universalisme alam berpikir dan kehidupan warga Indonesia," tegasnya.

Sementara terkait desakan membubarkan BPIP, Anwar menilai lembaga tersebut masih dibutuhkan. Namun, ia menggarisbawahi BPIP harus fokus pada pengembangan kurikulum Pancasila.

"Badan ini tetap dibutuhkan, tapi harusnya fokus. Misalnya pada pengembangan kurikulum Pancasila bagi pendidikan kita atau internalisasi nilai Pancasila dalam kehidupan anak bangsa dalam lomba kreatif dan seni budaya. Bukan berkontroversi," pungkasnya.

kumparan post embed

Lomba karya tulis BPIP dengan tema 'Hormat Bendera Menurut Hukum Islam' dan 'Menyanyikan Lagu Kebangsaan Menurut Hukum Islam' memicu kritik. Sejumlah tokoh kemudian menyerukan pembubaran BPIP, di antaranya Waketum MUI Anwar Abbas dan politikus Gerindra.

Setelah memicu polemik, BPIP meminta maaf dan mengganti tema lomba karya tulis tersebut.

instagram embed