Politikus Malaysia Heran Kasus Corona Indonesia Turun

5 September 2021 12:29 WIB
·
waktu baca 2 menit
Ilustrasi bendera Malaysia. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bendera Malaysia. Foto: Shutter Stock
ADVERTISEMENT
Penurunan kasus corona di Indonesia menjadi perhatian Malaysia. Politikus sekaligus Pimpinan Partai Aksi Demokratik (DAP) Lim Kit Siang bahkan heran dengan capaian tersebut.
ADVERTISEMENT
Dengan temuan tersebut, ia meminta Menkes Malaysia yang baru, Khairy Jamaluddin, melakukan hal yang sama. Sebab, ia menilai, vaksinasi bukan jalan satu-satunya menyelesaikan pandemi di Malaysia.
"Bisakah Menkes yang baru, Khairy Jamaluddin, menjelaskan mengapa selama 16 hari berturut-turut, Indonesia telah mengurangi kasus baru COVID-19 hariannya menjadi kurang dari Malaysia bahkan kurang dari setengah seperti kemarin 8.955 kasus menjadi 20.988 kasus Malaysia?” ujar Lim dikutip dari Malaymail, Minggu (5/9).
Lim menegaskan membandingkan data corona Indonesia dengan Malaysia bukan untuk mencari kesalahan dalam penanganan pandemi. Ia berharap hal itu bisa memperbaiki Malaysia dalam bergelut dengan kasus corona.
“Ini bukan mencari-cari kesalahan tetapi mencari cara untuk meningkatkan penanganan kita terhadap pandemi COVID-19 sehingga memenangkan perang melawannya,” imbuhnya.
ADVERTISEMENT
Lim menilai Malaysia menjadi salah satu negara dengan kinerja terburuk dalam merespons corona.
Berdasarkan data dari Our World in Data, dalam satu juta warga Malaysia, sebanyak 572,43 orang yang terkena corona. Sementara itu, di Indonesia perbandingannya adalah 37,4 kasus dari satu juta populasi.
Dari data yang sama, angka kematian harian di Malaysia mencapai 8,48 per satu juta orang. Sementara itu, kasus kematian di Indonesia 2,36.
“Kami akan memecahkan angka dua juta untuk total kumulatif kasus COVID-19 dan memecahkan angka 20.000 untuk kematian akibat COVID-19 ketika kami merayakan Hari Malaysia ke-58 pada 16 September 2021,” pungkasnya.
Menurut Lim, Indonesia berhasil mengurangi tingkat infeksi corona lebih cepat dibandingkan Malaysia. Meski Indonesia memiliki jumlah populasi yang lebih besar dibandingkan dengan negaranya.
ADVERTISEMENT