Politikus PAN Pertanyakan New Normal: Definisi Belum Jelas

Anggota Komisi IX DPR Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay mengkritisi sikap pemerintah yang ingin menerapkan prosedur new normal.
Menurut dia, sampai saat ini pemerintah sendiri tidak secara tegas menjelaskan apa yang dimaksud dengan istilah new normal. Sebab, kata dia, ada beberapa perspektif yang berkembang di publik tentang arti dari istilah new normal.
"Tergantung apa yang dimaksud new normal oleh pemerintah. Sejauh ini, definisi new normal belum jelas. Karena itu, sulit untuk dikalkulasi perkiraan waktu yang tepat untuk pelaksanaannya," kata Saleh kepada kumparan, Rabu (27/5).
Saleh mengatakan, sebagian ada yang mengatakan bahwa new normal adalah kembali kepada aktivitas biasa seperti sebelum COVID-19.
Namun, sebagian menafsirkan bahwa new normal adalah beradaptasi dengan situasi baru yaitu bertahan dan beraktivitasa di tengah pandemi virus yang masih mengancam.
Selain itu, lanjut Saleh, ada yang mengatakan bahwa new normal adalah upaya untuk menjalani kehidupan baru di tengah tantangan ekonomi yang masih belum stabil, tingkat pengangguran yang semakin tinggi, utang yang semakin banyak, dan harga-harga yang semakin melangit.
"Masing-masing penafsiran itu tentu berbeda. Karena itu, berbeda pula waktu yang tepat untuk memulainya. Kalau yang dimaksud adalah yang pertama, menurut saya, saat ini bukan waktu yang tepat. Masih butuh waktu 6-7 bulan ke depan untuk memulainya," papar Saleh.
Sementara, menurut dia, kalau yang dimaksud adalah indikator yang kedua, di mana masyarakat hidup berdampingan dengan virus, maka saat ini masyarakat sudah mulai melakukannya.
Dia mengatakan, saat ini masyarakat sudah banyak yang beraktivitas di tengah virus yang masih mengancam. Banyak yang tidak takut, sebab alasannya hampir sama yaitu persoalan kebutuhan ekonomi keluarga.
"Kalau yang ketiga yang dimaksud, saya kira tidak perlu menetapkan waktu. Sebab, sebelum pandemi ini pun sebetulnya hampir semua persoalan itu sudah ada. Hanya saja, setelah pandemi ini menyeruak, persoalan semakin besar. Karena itu, kapan waktu yang tepat untuk new normal-nya, ya setiap saat. Semua harus bergerak untuk mengatasi dan menghadapinya," ujar Saleh.
Namun demikian, menurut Saleh, new normal itu titik tolak prasyaratnya bukanlah persoalan ekonomi. Tetapi lebih pada persoalan kesehatan dan keselamatan warga negara. New normal itu bisa dilaksanakan jika kurva pandemi ini menurun tajam.
"Mereka yang dirawat sudah di atas 80 persen yang sembuh. Penyebaran virus coronanya sudah bisa dikendalikan dan dikontrol. Pada saat itulah, new normal bisa diberlakukan. Meskipun harus tetap waspada, tetap tidak begitu mengkhawatirkan lagi," jelas politikus PAN ini.
“Tinggal perspektif mana yang dipakai. Kalau ekonomi, ya ada tiga sudut pandang itu. Kalau perspektif kesehatan, sudut pandangnya adalah kesehatan dan keselamatan warga. Ujungnya kembali ke pemerintah. Mana yang diprioritaskan antara ekonomi atau kesehatan dan keselamatan warga negara," tutupnya.
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.
*****
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
